Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Migran Remaja Didakwa Membajak Kapal Tanker yang Menyelamatkannya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2019 12:47 12:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2019 12:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tiga remaja migran telah ditetapkan sebagai tersangka pembajakan sebuah kapal tanker yang telah menyelamatkan mereka dari perairan lepas pantai Libya. Kasus ini menyoroti sejumlah masalah dalam kebijakan imigrasi Uni Eropa.

Ketiga remaja tersebut, berasal dari Guinea dan Ivory Coast didakwa di pengadilan di Malta hari Sabtu (30/3/2019) dengan tuduhan terorisme setelah diduga membajak sebuah kapal niaga yang menyelamatkan mereka dari lepas pantai Libya dan memaksa kapal itu menuju negara pulau di Mediterania itu.

Para terdakwa, berusia 15, 16 dan 19 tahun, ditangkap hari Kamis (28/3/2019) di atas El Hiblu 1, sebuah kapal tanker berbendera Palau yang telah dialihkan tujuannya dari Turki ke Libya setelah diminta untuk menyelamatkan hampir 100 migran. Ketiganya dituduh memegang kendali kapal hari Rabu (27/3/2019) ketika menyadari bahwa kapal tersebut berlayar ke Libya.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Malta, pembajakan kapal dianggap sebagai tindak kejahatan terorisme yang dapat dikenai hukuman penjara antara 7 tahun dan seumur hidup.

Times of Malta hari Sabtu bahwa polisi sempat meragukan perihal pembajakan yang dilaporkan kapten kapal. Koran itu menyebutkan bahwa polisi berkeyakinan bahwa kapten kapal mengatakan demikian karena mereka tidak mendapatkan izin berlabuh di Malta, yang mana seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya kapal-kapal pembawa migran yang mereka selamatkan ditolak berlabuh oleh negara-negara Uni Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus ini menyoroti dilema yang dihadapi kapal-kapal niaga yang memiliki kewajiban hukum harus menyelamatkan siapa saja yang terombang-ambing di laut, sementara pada saat yang sama mereka menghadapi resiko pembajakan oleh migran yang putus asa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:imigrankapal tankerLibyamaltapembajakan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PPLN Kuala Lumpur Bantah Ada Praktik Calo Suara Via Pos
Tulisan selanjutnya Australia Kewalahan, Setelah China Sejumlah Negara Tak Mau Lagi Impor Sampah Plastiknya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?