Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Kewalahan, Setelah China Sejumlah Negara Tak Mau Lagi Impor Sampah Plastiknya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2019 12:53 12:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2019 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Krisis daur ulang sampah Australia dikhawatirkan memburuk setelah negara itu kehilangan negara keempat destinasi pembuangan sampahnya. India mengumumkan bahwa negaranya sama sekali tidak akan mengimpor sampah plastik.

Australian Council of Recycling memperingatkan, “Kita kembali ke awal seperti krisis China, tetapi kali ini lebih buruk karena kita memiliki alternatif pasar [sampah] lebih sedikit,” kata pimpinan eksekutif ACR Peter Shmigel seperti dikutip Sydney Morning Herald (28/3/2019).

Ekspor sampah Australia ke China menurun 41 persen pada tahun finansial lalu. Hal tersebut mengakibatkan sampah daur ulang menggunung, sementara pengepul berusaha mencari pembeli alternatif di luar negeri. Sejumlah negara, termasuk India, Indonesia, Vietnam dan Malaysia agak menutupi masalah itu dengan mengambil lebih banyak sebagian sampah Australia.

Baca: China Tak Mau Lagi Impor, Sampah Amerika Menumpuk

Secara keseluruhan, sebenarnya ekspor sampah daur ulang Australia naik 5 persen tahun finansial lalu.

Menyusul China, Malaysia dan Thailand mengumumkan akan melarang impor sampah plastik mulai 2021.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Apabila Malaysia , Vietnam dan Thailand menerapkan larangan sampah serupa China, maka Australia perlu menemukan penggantinya di dalam negeri atau pasar ekspor untuk menampung sekitar 1,29 juta ton sampah pertahun, berdasarkan jumlah ekspor 2017-2018,” menurut analisis ekspor sampah Australia yang dilakukan Department of the Environment and Energy.

India merupakan negara terakhir yang menutup pintunya untuk sampah dunia. Negara itu melarang sepenuhnya impor sampah plastik padat mulai 1 Maret.

Gayle Sloan, CEO Waste management and Resource Recovery Association of Australia, mengkritik pemerintah yang dianggap lambat bertindak karena belum juga membuat kebijakan baru setelah lebih dari 12 bulan China memberlakukan larangan impor sampah, terlebih para menteri lingkungan dari seluruh negara bagian sudah menggelar pertemuan dua kali.

Negara-negara bagian kabarnya menolak enam target nasional untuk menanggulangi sampah yang dibuat tahun lalu sebagai bagian Kebijakan Sampah Nasional yang baru, dengan alasan kebijakan tersebut tidak memaparkan bagaimana target-target itu akan dicapai.

Lebih parahnya, menurut senator Peter Whish-Wilson dari Partai Hijau, “Pemerintah federal tidak mengeluarkan apa-apa guna mengimplementasikan Kebijakan Sampah Nasional tersebut.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliachinaIndiaSampah Plastik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Migran Remaja Didakwa Membajak Kapal Tanker yang Menyelamatkannya
Tulisan selanjutnya Lahan di 9 Negara Bagian Lumbung Pangan Amerika Serikat Rusak akibat Banjir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?