Hidayatullah.com—Presiden Prancis Emmanuel Macron dikenal sebagai politisi yang berupaya memerangi polusi global, tetapi apakah di negaranya sendiri dia berhasil melakukannya? Jurnalis RT mengunjungi salah satu kawasan industri terbesar di Eropa, di mana asap beracun mengancam kesehatan penduduk di sekitarnya.
Fos-sur-Mer kelihatannya seperti kota pesisir di Prancis yang adem ayem, tetapi sebenarnya di kota tersebut terdapat pelabuhan yang cukup besar dan beragam fasilitas industri, termasuk pengilangan minyak, pabrik-pabrik kimia dan baja. Dari pagi hingga malam setiap harinya, mereka melepaskan asap beracun ke udara, lapor Charlotte Dubenskij untuk RT hari Rabu (3/4/2019).
Warga setempat mengatakan kompleks perindustrian itu mengancam kesehatan mereka. Jumlah penduduk lokal yang mengalami kanker, diabetes serta asma lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Masalah utamanya datang dari area pelabuhan industri yang mengeluarkan partikel sangat lembut yang masuk hingga ke paru-paru dan aliran darah kami,” kata Daniel Moutet, seorang ketua kelompok peduli lingkungan setempat.
Moutet, seorang pengidap diabetes, menjelaskan bahwa tingginya angka pengidap penyakit di daerah itu dapat ditekan apabila limbah berbahaya dibuang secara patut oleh pabrik-pabrik di Fos-sur-Mer.
“Di daerah yang terletak hanya 50km dari sini, tidak mengalami seperti apa yang terjadi di sini, jadi ini merupakan masalah lokal,” imbuhnya.
Kalangan industri di Fos-sur-Mer bersikukuh mengatakan berupaya mencapai standar lingkungan tertinggi sebisa mungkin. Pengilangan minyak Esso, misalnya, yang menghasilkan 7 juta ton produk minyak setiap tahunnya, mengatakan telah memangkas hingga setengah emisi sulfurnya selama 10 tahun terakhir, dan mengurangi emisi nitrogen oksida hingga dua pertiga, menurut laporan AFP.
Presiden Emmanuel Macron secara konsisten mendesak agar para pemimpin dunia bangkit mengatasi polusi dan perubahan iklim. “Kita membunuh planet kita. Ayo kita hadapi kenyataan: kita tidak memiliki planet B,” kata Macron tahun lalu, yang banyak dikutip media seantero jagat.
Macron juga mengejek keputusan Presiden Donald Trump untuk meninggalkan tempat pertemuan Paris Climate Accord, dengan sindiran, “Kita semua mengemban beban tanggung jawab yang sama –mari kita buat planet kita ‘great again’ (berjaya kembali),” meminjam slogan kampanye Trump “Make Amerika Great Again”.
Sayangnya pernyataan-pernyataan Macron itu tidak tercermin di Fos-sur-Mer.
“Itu sekedar janji-janji belaka, dia belum berbuat apa-apa,” kata seorang pria warga setempat kepada RT.
“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata seorang warga lain. “Anda tahu perihal Gerakan ‘Rompi Kuning’, salah satu tuntutan mereka akan perbaikan kondisi lingkungan hidup.”
Isu-isu lingkungan sepertinya akan menjadi topik besar dalam pemilihan parlemen bulan mei mendatang. Sejumlah partai hijau ikut ambil dalam pemilu itu dengan harapan mereka dapat mendulang suara banyak dari rakyat.*