Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

NASA Ribut Sampah Antariksa India, Sampah Amerika Serikat Lebih Banyak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 April 2019 18:35 6:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2019 05:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pimpinan lembaga antariksa Amerika Serikat NASA Jim Bridenstine mengatakan uji misil antisatelit yang dilakukan India belum lama ini merupakan tindakan yang sangat buruk karena menciptakan sampah berbahaya di luar angkasa. Padahal faktanya, Amerika Serikat merupakan penyampah terbanyak di langit.

Dalam pertemuan di sebuah balai kota yang disiarkan langsung secara online, Bridenstine mengatakan menyampah di orbit merupakan hal yang “sangat-sangat buruk.” Uji coba senjata antisatelit yang dilakukan India akhir Maret kemarin menghasilkan sekitar 400 puing yang melayang di orbit, 60 di antaranya berukuran cukup besar untuk dapat dilacak NASA, dan 24 puing melayang di poin teratas orbit International Space Station (ISS).

“Aktivitas semacam itu tidak kompatibel dengan penerbangan antariksa oleh manusia di masa depan,” ujar Bridenstine, seraya menambahkan bahwa sampah yang dibuat India dari uji coba itu menaikkan risiko bagi ISS menjadi 44 persen.

Namun, 60 puing pecahan satelit India itu sangat kecil dibanding 21.000 puing berukuran lebih dari 10cm yang sedang dalam pengamatan NASA Sepertiga dari jumlah itu dihasilkan dari uji coba misil antisatelit yang sebelumnya dilakukan oleh Rusia, China dan Amerika Serikat saja.

“Jelas merupakan kemunafikan Amerika Serikat mengeluh seperti itu sebab Pentagon telah membuat lebih banyak puing antariksa dibanding negara lain di planet ini,” kata Bruce K. Gagnon, koordinator Global Network Against Weapons & Nuclear Power in Space seperti dikutip RT Selasa (2/4/2019).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun AS mengkritik uji coba misil antisatelit India, Gagnon berkeyakinan Washington tidak akan mengambil tindakan terhadap Delhi, sebab AS justru diuntungkan dengan kemampuan yang dimiliki India tersebut guna menangkal kekuatan China.

Faktanya, AS kelihatannya memang “sengaja mendorong India untuk memiliterisasi dan mempersenjatai antariksa guna membantu Washington mengepung China –sebagaimana diketahui India dan China sejak lama memiliki hubungan yang kurang mulus,” imbuh Gagnon.

Brahma Chellaney, profesor Strategic Studies di Center for Policy Research in New Delhi mengatakan bahaya dari puing yang dihasilkan uji coba senjata India tidak lebih besar dari bahaya sampah antariksa yang sudah dihasilkan negara-negara lain.

“Puing-puing dari uji coba oleh India, karena berada di orbit rendah, akan terbakar dan jatuh kembali ke bumi dalam beberapa bulan mendatang, jika tidak dalam hitungan minggu. Namun, puing-puing berasal dari tindakan AS dan China akan masih berada di angkasa selama bertahun-tahun,” kata Chellaney kepada RT.

India merupakan negara keempat dunia yang berhasil melakukan uji coba senjata antisatelit setelah China, Rusia dan Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPU Bantah Tuduhan Server Diset Menangkan Jokowi, Polisikan Pengunggah Videonya
Tulisan selanjutnya Kebijakan Peduli Lingkungan Presiden Macron Tak Nampak di Fos-sur Mer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?