Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Katedral Cologne Nyatakan Perang Kepada Burung Perdamaian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 April 2019 09:05 9:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 April 2019 09:05
Bagikan
Burung merpati di sekitar Katedral Cologne, Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Burung merpati atau burung dara kerap dijadikan simbol cinta, kasih sayang dan perdamaian. Namun, tidak demikian lagi bagi Katedral Cologne sebab unggas-unggas itu kerap menjatuhkan kotoran yang merusak bangunan gereja.

Dilansir DW Kamis (11/4/2019), katedral bersejarah yang terletak di tepian Sungai Rhine menggunakan burung-burung pemangsa untuk membuat takut merpati yang mengancam kelestarian bangunan gereja dengan kotorannya yang mengandung acid.

Sementara merpati digunakan sebagai lambang Roh Kudus, kasih sayang, perdamaian dan rekonsiliasi dalam karya seni, dalam kehidupan nyata mereka merupakan ancaman bagi Katedral Cologne, bangunan bersejarah yang termasuk dalam daftar bangunan Warisan Dunia, kata jubir gereja tersebut Markus Frädrich.

Acid yang terdapat dalam kotoran merpati mengandung zat yang mempercepat “kerusakan struktur bangunan,” kata Peter Füssenich, arsitek yang saat ini memimpin pekerjaan konstruksi di katedral itu. Kotorannya juga “merupakan tempat ideal bagi parasit untuk berkembang biak.”

Katedral itu di sejumlah bagian sudah dilindungi dengan jaring dan tombak besi, tetapi selalu saja ada celah di bangunan itu yang dijadikan sarang oleh burung-burung merpati.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Füssenich mengatakan upaya mengusir burung-burung merpati dari kawasan katedral harus juga memperhatikan aspek perlindungan binatang.

Untuk itu, pawang burung pemangsa profesional Marco Wahl melepaskan sejumlah burung alap-alap kawah miliknya di area gereja tersebut setiap empat atau lima pekan guna mengusir merpati.

Menurut Wahl “itu merupakan metode yang lembut dan natural cara mengusir burung-burung merpati.”

Katedral Cologne bukan satu-satunya yang menggunakan jasa burung alap-alap milik Wahl sebagai pengusir hewan pengganggu.

Wahl, yang mengelola penangkaran alap-alap di Kebun Binatang Niederfischbach sekitar 90km arah timur dari Cologne, juga bekerja sebagai penghalau serangan burung di Bandara Cologne/Bonn.

Burung alap-alap sudah dipergunakan untuk mempertahankan bangunan Katedral Cologne dari serangan merpati sejak 1979, ketika mendiang Claus Doering menempatkan dua alap-alap bernama Agrippina dan Arnold untuk mengusir mereka.

Sementara menara sisi utara Katedral Cologne sedang diperbaiki, burung-burung merpati yang biasa membuat sarang di sana sekarang berpindah ke Gereja St. Martin yang Agung.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Inggris Tangkap Julian Assange di Kedubes Ekuador
Tulisan selanjutnya Presiden Bashir Dikudeta dan Ditangkap Militer, Rakyat Sudan Menginginkan Pemerintahan Sipil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?