Hidayatullah.com—Burung merpati atau burung dara kerap dijadikan simbol cinta, kasih sayang dan perdamaian. Namun, tidak demikian lagi bagi Katedral Cologne sebab unggas-unggas itu kerap menjatuhkan kotoran yang merusak bangunan gereja.
Dilansir DW Kamis (11/4/2019), katedral bersejarah yang terletak di tepian Sungai Rhine menggunakan burung-burung pemangsa untuk membuat takut merpati yang mengancam kelestarian bangunan gereja dengan kotorannya yang mengandung acid.
Sementara merpati digunakan sebagai lambang Roh Kudus, kasih sayang, perdamaian dan rekonsiliasi dalam karya seni, dalam kehidupan nyata mereka merupakan ancaman bagi Katedral Cologne, bangunan bersejarah yang termasuk dalam daftar bangunan Warisan Dunia, kata jubir gereja tersebut Markus Frädrich.
Acid yang terdapat dalam kotoran merpati mengandung zat yang mempercepat “kerusakan struktur bangunan,” kata Peter Füssenich, arsitek yang saat ini memimpin pekerjaan konstruksi di katedral itu. Kotorannya juga “merupakan tempat ideal bagi parasit untuk berkembang biak.”
Katedral itu di sejumlah bagian sudah dilindungi dengan jaring dan tombak besi, tetapi selalu saja ada celah di bangunan itu yang dijadikan sarang oleh burung-burung merpati.
Füssenich mengatakan upaya mengusir burung-burung merpati dari kawasan katedral harus juga memperhatikan aspek perlindungan binatang.
Untuk itu, pawang burung pemangsa profesional Marco Wahl melepaskan sejumlah burung alap-alap kawah miliknya di area gereja tersebut setiap empat atau lima pekan guna mengusir merpati.
Menurut Wahl “itu merupakan metode yang lembut dan natural cara mengusir burung-burung merpati.”
Katedral Cologne bukan satu-satunya yang menggunakan jasa burung alap-alap milik Wahl sebagai pengusir hewan pengganggu.
Wahl, yang mengelola penangkaran alap-alap di Kebun Binatang Niederfischbach sekitar 90km arah timur dari Cologne, juga bekerja sebagai penghalau serangan burung di Bandara Cologne/Bonn.
Burung alap-alap sudah dipergunakan untuk mempertahankan bangunan Katedral Cologne dari serangan merpati sejak 1979, ketika mendiang Claus Doering menempatkan dua alap-alap bernama Agrippina dan Arnold untuk mengusir mereka.
Sementara menara sisi utara Katedral Cologne sedang diperbaiki, burung-burung merpati yang biasa membuat sarang di sana sekarang berpindah ke Gereja St. Martin yang Agung.*