Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menolak Jabat Tangan dan Memandang Wajah Wanita, Politisi Muslim Belgia Dipidana

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Mei 2019 10:59 10:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Mei 2019 10:59
Bagikan
Redouan Ahrouch, salah satu pendiri Partai Islam Belgia, dipidana karena menolak berjabat tangan dengan wanita.
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah satu pendiri Partai Islam Belgia dijatuhi hukuman percobaan penjara enam bulan dan denda karena diskriminasi gender.

Dilansir Euronews Jumat (10/5/2019), Redouane Ahrouch tampil dalam sebuah acara debat politik yang di stasiun televisi Belgia RTL-TVI, tetapi dituding menolak melakukan kontak mata dengan pembawa acaranya Emmanuelle Praet. Ahrouch juga dikabarkan menolak berjabat tangan dengan Praet karena dia wanita dan tidak memperbolehkan seorang wanita penata rias mempersiapkanya sebelum tampil dalam acara televisi tersebut.

Praet lantas melayangkan gugatan pidana terhadap Ahrouch. Pengadilan di Brussels menyatakan tindakan politisi Muslim itu termasuk diskriminasi gender dan memerintahkannya membayar kompensasi 5.000 euro (seikitar 80,7 juta rupiah) kepada jurnalis TV tersebut. Dia juga dijatuhi hukuman percobaan penjara enam bulan.

Ahrouch, 49, mengatakan kepada Euronews bahwa kasus itu mengubah hidupnya menjadi mimpi buruk.

“Mereka merenggut pekerjaan saya, saya sudah bekerja sebagai sopir truk selama 25 tahun,” katanya. “Mereka merenggut kehidupan politik saya. Ini adalah konspirasi terhadap saya. Mereka melakukan segala cara guna memastikan saya tidak akan terjun ke politik lagi. Mereka mengatakan saya ‘tidak mengikuti nilai-nilai yang demokrasi di Belgia’. Saya tidak bisa mendapatkan pengacara yang bersedia membela saya di pengadilan. Bahkan pengacara keluarga meninggalkan saya sendiri.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bahkan orang-orang sekarang terus menyerang saya disebabkan apa yang saya katakan atau bagaimana saya berperilaku. Saya yakin apabila hal seperti ini berlangsung terus, maka saya akan dipenjarakan karena mereka tidak menyukai saya,” imbuhnya.

“Sulit sekali bagi saya untuk mencari pekerjaan dikarenakan catatan [kriminal] saya. Saya yakin Belgia akan menghadapi masalah besar seperti ‘rompi kuning’ di masa depan dikarenakan mereka tidak memperbolehkan orang-orang Muslim hidup sebagaimana yang mereka inginkan,” kata Ahrouch, merujuk aksi demonstrasi ‘rompi kuning’ di Prancis yang sudah memasuki bulan keenam.

Marc Uyttendaele, dari Institute for Equality of Women and Men yang mewakili Praet, memuji keputusan pengadilan tersebut sebagai kemenangan. Aktivis pria itu juga membantah pernyataan Ahrouch yang menyebut ada konspirasi.

“Keputusan itu membuat kami bahagia,” ujar Uyttendaele. “Itu merupakan keputusan yang sangat penting bagi demokrasi kita. Kita tidak bisa mentoleransi diskriminasi terhadap wanita. Itu merupakan langkah penting dalam melindungi kesetaraan antara wanita dan pria. Dalam sebuah masyarakat demokrasi anda tidak dapat menolak wanita yang menata rias wajah, anda tidak bisa menolak untuk memandang wajah wanita. Itu merupakan tindakan pidana.”

Uyttendaele yang merupakan pengacara untuk Praet menambahkan bahwa Ahrouch sangat paham dengan proses hukum yang ada dan dia tidak dapat membela diri di pengadilan dengan pengacara yang berganti-ganti.

“Dia pemilih untuk membela dirinya sendiri di pengadilan,” kata Uyttendaele.

Partai Islam, yang didirikan tahun 2012, mendulang 4% suara dalam pemilu pertama yang diikutinya. Partai itu memenangkan kursi di dewan legislatif sejumlah daerah di Brussels, Anderlecht dan Molenbeek. Partai itu diliputi kontroversi ketika meminta agar diberlakukan tempat duduk berbeda bagi laki-laki dan perempuan di dalam bus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Aceh, Prabowo Ungguli Jokowi 2 Juta Suara
Tulisan selanjutnya Multaqo Ulama Aswaja Tolak Proyek OBOR yang Diteken RI-China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?