Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer Myanmar Sumbang Kelompok Budha Radikal, Ma Ba Tha

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juni 2019 11:25 11:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Juni 2019 11:06
Bagikan
Para pejabat militer melewati pintu masuk biara tempat Yayasan Buddha Dhamma Prahita mengadakan pertemuan tahunannya bulan ini/The Irrawaddy
Bagikan

Hidayatullah.com–Juru bicara untuk militer Myanmar (atau Tatmadaw), Brigadir Jenderal Zaw Min Tun, menjelaskan sumbangan uang militer baru-baru ini kepada kelompok nasionalis Buddha Myanmar dengan mengatakan bahwa kelompok itu diperlukan dan harus didukung atas nama agama Buddha.

Dalam pertemuan pada Senin, komandan militer wilayah Yangon itu secara pribadi mendonasikan 30 juta kyat ($19,600) kepada Buddha Dhamma Prahita Foundation – yang sebelumnya dikenal dengan akronim Burma sebagai Ma Ba Tha – yang hampir 1.000an biksu Buddha dan pengikutnya dari penjuru negara itu berkumpul di markas besar kelompok tersebut, di Insein Township Yangon, untuk pertemuan tahun mereka.

Sumbangan itu datang tidak lama setelah kelompok itu mengecam gugatan hasutan pemerintah terhadap pemimpin mereka, penghasut dan biksu ultranasionalis U Wirathu, yang bersembunyi sejak dikeluarkannya surat perintah penangkapan terhadapnya pada akhir bulan lalu.

Ma Ba Tha lahir pada tahun 2012 dari gerakan 969, sebuah kampanye nasionalis yang menyerukan boikot terhadap bisnis-bisnis milik Muslim. Pada tahun 2013, para anggota gerakan 969 mengubah nama kelompok itu menjadi Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama, yang kemudian lebih dikenal sebagai Ma Ba Tha.

Baca: Dilarang, Gerakan Biarawan Myanmar Anti Islam Berganti Nama

Perselisihan antara Ma Ba Tha dan pemerintah saat ini yang dipimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) timbul ketika Menteri Wilayah Yangon U Phyo Min Thein, berbicara pada pertemuan warga negara Singapura dari Myanmar pada Juni 2016, menyatakan bahwa kelompok itu “tidak diperlukan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kemudian, organisasi pendeta Buddha dukungan pemerintah Ma Ha Na menyatakan Ma Ba Tha sebagai organisasi yang melanggar hukum dan, pada Mei 2017, melarang kelompok tersebut beroperasi dengan nama itu.

Sejak saat itu kelompok tersebut berganti nama menjadi Buddha Dhamma Prahita Foundation. “Yayasan ini adalah organisasi Sangha [pendeta Buddha], dan kami memberikan sumbangan untuk Sangha. Tatmadaw akan memberikan sumbangan kepada organisasi-organisasi yang dianggapnya perlu untuk agama kami,” Brigjen Zaw Min Tun mengatakan pada The Irrawaddy. “Kami akan melakukan sumbangan dan mendukung organisasi-organisasi yang kami pikir harus kami lakukan.’

Mengutip Pasal 34 dari Konstitusi 2008, dia mengatakan kebebasan beragama kelompok itu secara hukum dilindungi selama mereka tidak melanggar hukum atau merusak ketertiban umum, moralitas atau kesehatan.

“Apakah sumbangan kami merusak ketertiban umum, moralitas atau kesehatan?” tanya Brigjen Zaw Min Tun.

“Kami tidak memiliki niat lain. Kami akan melakukan sumbangan dan menawarkan dukungan jika kami kira kami harus melakukan itu.” Beberapa anggota penting kelompok itu, termasuk U Wirathu, dalam pidato mereka seringkali menyerang umat Islam, mengklaim bahwa yayasan-yayasan Buddha negara itu sedang diserang oleh Islam. Pada Mei, sekitar 200 nasionalis Buddha mengepung dan secara paksa menutup tempat-tempat ibadah sementara yang menjadi tempat berkumpul umat Islam selama Ramadhan di Kota Dagon Selatan di Yangon.

Baca: Myanmar Larang Biksu Radikal Ashin Wirathu selama Satu Tahun

Ketika The Irrawaddy bertanya, apakah tidak tampak canggung bagi Tatmadaw untuk memberikan sumbangan kepada sebuah organisasi yang, khususnya baru-baru ini, secara terbuka menentang pemerintah saat ini yang dipimpin sipil, Brigjen Zaw Min Tun menjawab bahwa waktunya murni kebetulan.

“Semua warga tahu siapa yang melakukan sumbangan apa dengan niat apa. Saya tidak ingin memberikan komentar,” juru bicara NLD Myo Nyunt menjawab ketika ditanya pandangan pemerintah terhadap sumbangan tersebut.

“Tatmadaw menyumbang kepada [kelompok] itu sama saja dengan menambah bahan bakar ke api” yang menjadi perhatian publik karena retorika hasutan kelompok itu, kata U Kyee Myint, seorang pengamat hukum di Yangon.

“Meskipun mereka mengatakan kalau mereka mendonasikan untuk sang Sangha, faktanya mereka mendonasikan uang kepada gerakan Tidak peduli bagaimana mereka menyebutnya, itu semakin memperparah keadaan.

Menurut laporan Manila Times, 18 Januari 2019, Ma Ba Tha organisasi ultranasionalis Myanmar yang kerap menyebar ujara kebencian terhadap Rohingya, atau minoritas lain di negeri ini.

Ma Ba Tha dianggap telah banyak memainkan peran dalam kekerasan sektarian di pemerintahan Thein Sein sebelumnya. Kelompok yang dipimpin oleh biksu radikal, Ashin Wirathu menyebarkan radikalisme di Myanmar, memberikan edukasi radikal kepada pengikutnya */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ashin wirathuBiksubudha radikalMa Ba Thamiliter MyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UAS Ganti Akun Instagram, Ini IG Barunya
Tulisan selanjutnya Pemerkosaan dan Kekerasan Seksual Meningkat di Kalangan Tentara ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?