Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Percaya Gak Percaya Bin Ladin Telah Tiada

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 3 Mei 2011 15:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sementara rakyat Amerika Serikat bersorak-sorai atas berita kematian Usamah bin Ladin, sebagian orang di kota Mumbai, India — negara tetangga yang tidak akur dengan Pakistan — meragukan kebenaran beritanya.

Ramesh Sable, redaktur senior televisi berita Marathi tertawa saat dimintai pendapatnya tentang kabar kematian Usamah bin Ladin, orang yang paling dicari-cari Amerika Serikat.

“Siapa yang tahu, orang yang dibunuh mungkin bukan Usamah bin Ladin yang asli, melainkan salah satu klonnya,” kata Sable.

Sulit mempercayai bahwa Bin Ladin telah dibunuh, kata Prakash Dhotre, seorang profesional teknologi informasi di sebuah perusahaan multinasional. Alasannya, Amerika Serikat pernah mengumumkan hal yang sama dua tahun lalu.

“Berapa kali Amerika akan membunuh Usamah? Menurut saya (dengan terbunuhnya Bin Ladin), bukannya tercipta perdamaian dunia, malah akan memunculkan ratusan Bin Ladin lainnya,” jelas Dhotre.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Banyak orang yang tidak yakin bahwa pembunuhan atas Bin Ladin akan merugikan Al-Qaidah.

“Malah Al-Qaidah akan tumbuh semakin kuat dan menciptakan lebih banyak masalah bagi pasukan AS dan Eropa,” kata Rahul Sirsat, seorang analis politik.

Ditanya apakah gembira dengan terbunuhnya Bin Ladin, Shafiq Qureshi, seorang pakar ekonomi di Universitas Mumbai berkata, “Tentu saja saya tidak gembira. Dan juga tidak ada alasan untuk gembira.”

“Serangan itu merupakan serangan pengecut yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan bantuan dan dukungan aktif dari pemerintah Pakistan, (negara) yang dipimpin oleh seorang presiden impoten,” tegas Qureshi.

Televisi Aljazeera (02/5) mewawancarai Jahangir Khan, seorang pria penduduk setempat yang tinggal tidak jauh dari rumah yang diyakini menjadi tempat persembunyian Bin Ladin. Dia mengatakan tidak percaya jika yang dibunuh di tempat itu adalah Bin Ladin.

“Mungkin orang lain, tapi bukan Usamah,” kata Khan yakin.

Khan sering melewati daerah itu pada malam hari bersama isterinya, karena ia memiliki sebuah rumah lain yang ditempati oleh sepupu temannya. Dan selama ini tidak pernah melihat hal yang mencurigakan.

Usamah bin Ladin, katanya, seperti burung yang terbang, tidak mungkin turun ke daerah seperti itu. Lagipula kawasan tempat tinggalnya adalah kawasan tertutup, di mana orang yang keluar masuk dimintai identitas.

Bin Ladin diserbu di sebuah rumah besar — yang menurut berbagai media merupakan rumah mewah — di kota kecil Abottabad, sebelah utara ibukota Islamabad. Kota itu terletak di daerah perbukitan dan dikenal sebagai kota wisata. Rumah yang diyakini menjadi tempat persembunyian Bin Ladin terletak tidak jauh dari akademi militer Pakistan.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratetewas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Tekan Pegawai Muslimnya untuk Ganti Nama
Tulisan selanjutnya Warga Yordan Tasyakuran Atas “Syahidnya” Usamah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?