Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Larang Biksu Radikal Ashin Wirathu Berceramah Selama Satu Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Maret 2017 12:59 12:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Maret 2017 12:59
Bagikan
Pemimpin kelompok radikal Buddha Myanmar Ma Ba Tha, Ashin Wirathu
Bagikan

Hidayatullah.com—Ashin Wirathu, biksu radikal yang kerap menyerang Muslim secara verbal, telah dilarang berceramah selama satu tahun oleh otoritas tertinggi agama Buddha di Myanmar.

Sebuah komite, yang beranggotakan 47 biksu Buddhis paling senior, mengkonfirmasi larangan itu pada hari Sabtu (11/3/2017).

Dilansir Deutsche Welle, situs berita lokal Irrawaddy mengatakan bahwa keputusan itu, yang berlaku sejak hari Jumat kemarin sampai 12 bulan ke depan, ditujukan agar biksu Ashin Wirathu tidak menyebarkan pesan kebenciannya, setidaknya untuk sementara.

Mereka memperingatkan biksu radikal itu bahwa jika larangan itu dilanggar, maka akan ada gugatan hukum terhadapnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut laporan Irrawaddy, pernyataan itu menyebutkan bahwa ceramah-ceramah biksu berusia 49 tahun itu dimaksudkan untuk memicu percekcokan antar kelompok masyarakat dan menghambat penegakan hukum.

Otoritas tertinggi agama Buddha di Myanmar itu juga menuding Wirathu berpihak kepada partai-partai politik dengan tujuan menyulut ketegangan di masyarakat.

Wirathu adalah anggota Gerakan 969, kelompok nasionalis Buddhis yang benci terhadap Islam dan dikenal dengan aksinya yang sering melancarkan serangan verbal terhadap kelompok Muslim di negara mayoritas Buddhis itu.

Angka 969 melambangkan keutamaan Buddha, amalan Buddhis, dan komunitas Budhhis.

Wirathu juga berkaitan dengan kelompok nasionalis lainnya, Ma Ba Tha, yang konon berada dibalik kemunculan apa yang disebut sebagai UU perlindungan ras dan agama, yang menurut kelompok pemerhati HAM sebagai serangan langsung atas kelompok minoritas agama di Myanmar.

Wirathu berkali-kali dituding sebagai biang kerok kekerasan sektarian di negara bagian Rakhine (Arakan), wilayah Myanmar yang dihuni oleh sekitar 1 juta Muslim Rohingya yang berbatasan dengan Bangladesh. Wirathu menyebut Muslim sebagai “anjing-anjing gila” dan “pembuat masalah.”

Tahun 2015, Wirathu menyebut seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mengkritik praktek diskriminasi Myanmar terhadap warga Muslim, sebagai seorang “pelacur.” Tidak hanya itu, belum lama ini lewan Facebook biksu radikal itu menyatakan suka cita atas kematian salah satu penasihat Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar. Penasihat itu bernama U Ko Ni, seorang pengacara terkemuka yang beragama Islam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPK Diminta tidak Tebang Pilih, Usut Tuntas Kasus Korupsi e-KTP
Tulisan selanjutnya Dilepas Ribuan Warga Bali, Raja Salman Tinggalkan Indonesia Menuju Jepang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?