Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Sri Lanka Atasi Sentimen Anti-Islam setelah Serangan Teror

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Juni 2019 05:10 5:10 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Juni 2019 05:15
Bagikan
Umat ​​Islam Sri Lanka berdoa pada hari pertama Idul Fitri di Masjid Agung di ibukota Kolombo (05/06/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com— Selama bertahun-tahun Shamina Bakeer memakai kerudung untuk menjaga kesopanan, tetapi juga karena itu membuatnya merasa lebih bebas bepergian.

Sejak serangan bom teror pada Perayaan Minggu Paskah yang merenggut 253 nyawa, perempuan di Ibu Kota Sri Lanka, Kolombo telah menjadi sasaran pelarangan terhadap publik yang mengenakan penutup wajah.

Keputusan ini diambil oleh pemerintah dengan alasan keamanan untuk menghentikan pelaku kekerasan yang bersembunyi di balik pakaian seperti itu setelah serangan April yang sebagian besar menargetkan orang Kristen.

Shamina yang berusia tiga puluh tahun, adalah seorang ibu dari dua anak, mengakui, sebelumnya ia bisa bergerak tanpa diidentifikasi baik sebagai wanita tua atau muda.

Shamina sangat meyakini persyaratan Islam dalam kaitannya dengan cara berpakaian wanita. Sejak larangan itu diberlakukan, dia belum keluar dari rumahnya, bahkan ke masjid setempat. Dia juga terpaksa menangguhkan menjadi pengajar di sebuah institut untuk wanita Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Shamina dan para muslimah lain berharap situasi ini akan berubah, tetapi untuk saat ini dia menerima bahwa larangan itu diberlakukan karena ‘alasan keamanan’ dan bukan sebagai bentuk diskriminasi agama.

Di luar Kolombo, ketika mengunjungi kerabat, ada tekanan yang lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan kerendahan hati Islam dan dalam komunitas kecil ia langsung dikenali.

Anggota Komunitas Muslim di Sri Lanka juga dihadapkan dengan sikap negatif banyak kalangan non-Muslim serta perbedaan dalam komunitas Islam itu sendiri, kata Pakiasothy Saravanamuttu, seorang akademisi yang memimpin Pusat Alternatif Kebijakan dikutip UCANews.

Dia mencatat bahwa ada bias umum bahwa umat Islam ingin mengambil alih negara. Namun, toleransi yang lebih besar diperlukan karena keresahan seperti itu tidak didukung oleh fakta sejarah, katanya.

Sebagai contoh, banyak dari komunitas Muslim yang lebih luas menganggap pendukung kelompok militan sebagai ekstremis. “Elemen-elemen tertentu ingin memisahkan diri,” kata Saravanamuttu kepada ucanews.com.

Namun, ia mencatat bahwa umat Islam yang baru-baru ini menghancurkan sebuah masjid milik organisasi National Thowheed Jamath yang sekarang dilarang tidak boleh dimaafkan.

Muslim menjadi sasaran serangan balasan yang luas terhadap pemboman teroris, termasuk di bidang bisnis. “Saya tidak tahu berapa lama untuk menghilangkan prasangka ini, tetapi akhirnya akan terjadi,” kata Saravanamuttu.

Dalam konteks ini ia percaya pemerintah harus lebih kuat mendorong rekonsiliasi, termasuk dengan mengambil sikap keras terhadap biksu Budha garis keras Gnanasara Thero, yang telah dituduh menghasut kebencian komunal.

Aktivis Muslim Deshabandu Jezima Ismail, yang pernah dididik di sebuah biara Katolik, percaya bahwa para provokator berada di belakang serangan komunal Buddha terhadap Muslim baru-baru ini.

Dia juga setuju bahwa umat Islam harus mencari cara untuk berhubungan dengan agama lain. Namun, dia khawatir bahwa wanita yang harus berhenti mengenakan kerudung akan merasa kehilangan “kepercayaan diri dan ketenangan”.

Ismail menunjukkan bahwa pemboikotan bisnis Muslim bisa berkurang begitu komunitas Islam mampu selangkah demi selangkah memenangkan kembali kepercayaan orang lain.

Secara tradisional, umat Islam telah diberi kebebasan untuk melakukan praktik keagamaan dan dapat melakukan peringatan dan acara budaya lainnya di Sri Lanka.

“Semua orang hidup bersama dengan sangat baik,” kata Ismail.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bom Sri Lankadiskriminasijilbablarangan berjilbabMuslim di Sri LankaSri Lanka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HAMAS Puji Rakyat Bahrain Menentang Konferensi Ekonomi Manama
Tulisan selanjutnya Ismail Haniyah: ‘Palestina Tidak untuk Dijual’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?