Hidayatullah.com—Rwanda tidak mendapatkan uang dari Uni Eropa atas perannya menampung para migran Afrika yang meninggalkan pusat-pusat detensi Libya, kata menteri urusan pengungsi negara itu.
Menteri Germaine Kamayirese mengutarakan hal tersebut setelah menandatangani kesepakatan antara pemerintah Rwanda, lembaga urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Afrika soal kedatangan pengungsi Afrika yang dipindahkan dari Libya, yang akan tiba dalam pekan-pekan mendatang. Gelombang pertama terdiri dari 500 orang.
“Ini merupakan tindakan kemanusiaan, negara Afrika manapun seharusnya melakukan hal serupa. Saya tidak sepakat dengan mereka yang mengatakan bahwa Rwanda telah menerima uang dari berbagai pihak,” kata menteri wanita itu kepada para jurnalis di ibukota Kigali hari Selasa (10/9/2019 seperti dilansir BBC.
Beberapa tahun terakhir, Uni Eropa berhasil membuat kesepakatan dengan sejumlah negara guna mencegah migran mencapai pantai-pantainya.
Pada tahun 2016, Uni Eropa menandatangani kesepakatan dengan Turki berupa janji sokongan dana sebesar €6 miliar untuk kesediaan pemerintah Ankara menampung para pengungsi Suriah.
Kesepakatan serupa dibuat tahun 2017 dengan Niger, di mana migran yang sebelumnya ditahan di Libya akan ditempatkan di negara itu sambil menunggu proses pemulangan mereka negara asal. Uni Eropa menjanjikan dana pembangunan untuk Niger.
Empat tahun silam, Rwnada dikabarkan menandatangani kesepakatan untuk menampung para migran yang ditolak Israel, tetapi pemerintah tidak pernah mengkonfirmasi adanya kesepakatan itu.*