Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Orang Serukan Kemerdekaan Skotlandia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Oktober 2019 15:58 3:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Oktober 2019 15:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seruan agar dilakukan lagi referendum untuk memutuskan kemerdekaan Skotlandia bergema dan semakin menguat hanya beberapa pekan sebelum Brexit kemungkinan terwujud. Hari Sabtu (5/10/2019), ratusan ribu orang ambil bagian dalam unjuk rasa pro-kemerdekaan Skotlandia di ibu kota Edinburgh.

Mereka membawa bendera-bendera Skotlandia, sebagian mengenakan pakaian tradisional kilts dan memainkan alat musik khas setempat bagpipes, sambil berjalan kaki dari Holyrood Park, lansir DW.

Joanna Cherry, seorang anggota parlemen dari Partai Nasionalis Skotlandia (SNP), merupakan salah satu sosok ternama yang ambil bagian dalam unjuk rasa tersebut. Cherry merupakan orang di balik gugatan hukum sukses yang memperkarakan keputusan pembekuan sementara parlemen oleh PM Inggris Boris Johnson pada bulan September. Dia juga salah satu politisi yang mendukung diloloskannya undang-undang yang memaksa PM Johnson agar meminta tambahan waktu kepada Uni Eropa supaya Brexit tidak dilakukan tanpa adanya kesepakatan.

Kaum nasionalis menuntut referendum baru guna memutuskan apakah rakyat ingin Skotlandia lepas dari Inggris Raya. Pada referendum kemerdekaan tahun 2014, rakyat Skotlandia mayoritas memilih untuk tetap bergabung dengan Inggris Raya. Akan tetapi, dalam referendum Brexit 2016, sebanyak 62% rakyat menolak Inggris Raya keluar dari Uni Eropa, yang menurut nasionalis berarti rakyat sudah tidak ingin tetap bersama Inggris sebab kerajaan itu memilih untuk keluar UE.

Nicola Sturgeon, politisi SNP yang menjabat menteri utama (kepala pemerintahan) Skotlandia, berargumen bahwa Brexit akan mencabik-cabik perekonomian Sktolandia. Sturgeon sudah mengutarakan dukungannya agar referendum kemerdekaan kedua digelar pada 2021.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekelompok orang dalam jumlah yang lebih kecil menggelar demonstrasi tandingan dengan membawa bendera kebangsaan Inggris Raya Union Jack.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggriskemerdekaanreferendumskotlandia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jerman Berencana Kurangi Pajak Pembalut Wanita
Tulisan selanjutnya Emak-Emak di Turki Prihatin Kondisi Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?