Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gupta Bersaudara Dijatuhi Sanksi Oleh Amerika Terkait Korupsi di Afsel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2019 18:19 6:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Oktober 2019 18:19
Bagikan
Jacob Zuma (tengah) dan keluarga Gupta.
Bagikan

Hidayatullah.com–Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi atas keluarga Gupta dan seorang rekan bisnis mereka terkait korupsi di Afrika Selatan.

Sanksi tersebut menarget Gupta bersaudara yang terdiri dari Atul, Ajay dan Rajesh. Pengusaha Afsel Salim Essa juga dikenai sanksi serupa, lansir BBC Rabu (10/10/2019).

Mereka dituduh memanfaatkan pertemanannya dengan Jacob Zuma, mantan presiden Afsel, untuk mendapatkan keuntungan finansial serta mempengaruhi penunjukan menteri.

Mereka semua menolak tuduhan itu.

Zuma, yang dipaksa meletakkan jabatan pada Februari 2018, menghadapi dakwaan mengawasi jaringan korupsi selama menjabat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia kemudian digantikan oleh Cyril Ramaphosa, yang waktu itu menjabat wakil presiden, yang berjanji akan memberantas korupsi di Amerika Serikat.

“Keluarga Gupta memanfaatkan koneksi politiknya untuk terlibat dalam korupsi dan suap-menyuap yang meluas, menjaring kontrak-kontrak pemerintah, serta menyalahgunakan aset negara,” kata Sigal Mandelkar, wakil menteri keuangan bidang intelijen keuangan dan terorisme.

“Kami akan teeus mengeluarkan dari sistem keuangan AS mereka yang mengambil untung dari korupsi,” imbuh Depkeu AS.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kehakiman Afsel mengatakan sanksi itu akan memastikan Gupta bersaudara dan mitranya tersebut tidak dapat melakukan bisnis di AS atau dengan perusahaan Amerika manapun di seluruh dunia.

Keluarga Gupta dikabarkan sudah meninggalkan Afsel dan bermukim di Dubai.

Siapa keluarga Gupta?

Gupta bersaudara adalah keluarga pengusaha asal India.

Mereka pindah ke Afrika Selatan dari negara bagian Uttar Pradesh, di bagian utara India, pada tahun 1993, sesaat setelah kekuasaan minoritas kulit putih ditumbangkan dan negara yang puluhan tahun mengalami apartheid itu mulai terbuka dengan dunia.

Di kampung halamannya keluarga itu memiliki bisnis kecil, tetapi pada awal 2018 induk usaha mereka Sahara Group (tidak ada hubungannya dengan pengusaha kakap di India dengan nama yang sama) memiliki annual turnover sekitar 200 juta rand ($22 juta).

Selain komputer, mereka memiliki bisnis di bidang pertambangan, energi teknologi, media serta perjalanan udara.

Mereka kabarnya bertemu Presiden Jacob Zuma lebih dari 10 tahun silam, ketika dia menghadiri salah satu pesta yang digelar keluarga Gupta.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatanAmerika SerikatGuptaJazob Zuma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Manipulasi Tiket Piala Dunia 2014, Bos Sepakbola Uganda Dihukum FIFA
Tulisan selanjutnya PM Ethiopia Abiy Ahmed Dapat Nobel Perdamaian 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?