Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Ethiopia Abiy Ahmed Dapat Nobel Perdamaian 2019

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2019 18:30 6:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Oktober 2019 18:30
Bagikan
PM Ethiopia Abiy Ahmed.
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed dianugerahi Nobel Perdamaian 2019 atas upayanya mengakhiri konflik berkepanjangan negaranya dengan negara tetangga Eritrea.

Abiy Ahmed diberi anugerah tersebut untuk upayanya mencapai perdamaian dan kerja sama internasional, dan khususnya untuk inisiatifnya tegasnya menyelesaikan konflik perbatasan dengan tetangga Eritrea,” kata panitia Nobel.

Menanggapi pengumuman itu, kantornya di Addis Ababa mengatakan bahwa Ethiopia “bangga sebagai sebuah negara” seraya menambahkan bahwa penghargaan itu menjadi saksi akan idealisme persatuan, kerja sama dan ko-eksistensi yang secara konsisten diperjuangkan oleh PM Abiy Ahmed.

Kelompok peduli HAM Amnesty Interntional menyambut baik kabar tersebut, mengatakan anugerah Nobel itu harus lebih mendorong Abiy untuk “lebih memperjuangkan reformasi HAM,” lansir RFI Jumat (11/10/2019).

Hadiah Nobel tersebut, yang bernilai 9 juta crown Swedia (sekitar $900.000) akan diberikan di Oslo pada 10 Desember.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dilahirkan sebagai anak desa yang miskin, Abiy Ahmed di masa dewasanya kemudian menjadi kepada dinas intelijen Ethiopia, dan sekarang dia memimpin reformasi di negara Afrika yang paling cepat pertumbuhan ekonominya.

Dilantik sebagai perdana menteri pada bulan April 2018 di usia 43 tahun, Abiy Ahmed menjadi kepala pemerintahan termuda di Benua Afrika.

Enam bulan setelah mengucapkan sumpah jabatan, Abiy mengulurkan perdamaian dengan musuh besar negaranya yang juga tetangganya Eritrea, mengeluarkan para tahanan politik dari penjara, meminta maaf atas kebrutalan pemerintah di masa lalu, serta memanggil pulang dan menyambut kedatangan orang-orang yang dulu dicap sebagai teroris oleh pemerintahan sebelumnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abiy AhmedEthiopiaNobel Perdamaian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gupta Bersaudara Dijatuhi Sanksi Oleh Amerika Terkait Korupsi di Afsel
Tulisan selanjutnya Ekstrimis Sayap Kanan Mengaku Sebagai Pelaku Penembakan di Sinagog Halle Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?