Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pencabul 200 Anak Malaysia Mati Ditikam di Penjara Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2019 20:36 8:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Oktober 2019 18:33
Bagikan
Richard Huckle, 33, pedofile asal Ashford, Kent, Inggris, pada tahun 2016 dijatuhi hukuman 22 penjara seumur hidup
Bagikan

Hidayatullah.com–Pria Inggris yang dipenjara karena mencabuli tidak kurang 200 anak Malaysia ditemukan mati ditikam di penjara.

Richard Huckle, 33, asal Ashford, Kent, pada tahun 2016 dijatuhi hukuman 22 penjara seumur hidup, setelah mengaku bersalah atas 71 dakwaan pelanggaran seksual terhadap anak-anak berusia 6-12 tahun yang dilakukannya antara 2006 dan 2014.

Dilansir BBC Senin (14/10/2019), diketahui Huckle diserang di dalam selnya di Penjara Full Sutton, dekat York, pada hari Ahad dengan senjata tajam yang digambarkan sebagai “pisau rakitan”.

Full Sutton adalah penjara khusus pria berpengamanan maksimum, terletak sekitar 11 mil arah timur dari York. Di sana terdapat sebagian para penjahat yang paling sulit dan berbahaya di Inggris, menurut situs Kementerian Kehakiman.

Polisi dipanggil tidak lama setelah pukul 12:30 malam dan telah memulai penyelidikan atas kematiannya, yang diperlakukan sebagai kasus kematian mencurigakan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam persidangan kasus Huckle tahun 2016 di pengadilan pidana pusat Old Bailey di London, dipaparkan bahwa pihak penyidik menemukan lebih dari 20.000 gambar tidak patut serta video serangan seksual yang dilakukan pemuda Inggris itu terhadap anak-anak.

Gambar dan video itu dibagikan Huckle kepada sesama pedofil di website di sisi kelam dunia maya, dark web.

Huckle, yang bekerja sebagai fotografer lepas, berusaha membisniskan serangan seksual yang dilakukannya dengan cara meminta uang dari netizen dark web untuk penerbitan foto dan video cabul yang dimilikinya. Ketika ditangkap tahun 2014, Huckle sedang mengkompilasi manual untuk kaum pedofil.

Di akhir persidangan kasus itu, hakim Peter Rook mengatakan hukuman 22 penjara seumur hidup mencerminkan “kemuakan masyarakat” atas “kampanye pemerkosaan” yang dilakukan Huckle.

“Sangat jarang sekali memang ada hakim harus mengganjar kejahatan seksual yang dilakukan oleh satu orang dengan hukuman berskala besar seperti ini,” kata hakim Rook seperti dilansir BBC.

Huckle ditangkap di Bandara Gatwick oleh petugas dari National Crime Agency pada Desember 2014, menyusul informasi dari pihak berwenang Australia.

Dia memperkenalkan dirinya sendiri sebagai seorang penganut Kristen yang taat dan mengunjungi Malaysia pertama kali di masa jeda mengajar ketika dia berusia 18 atau 19 tahun. Dia mulai mendekati dan mencabuli anak-anak ketika menjadi sukarelawan sebuah yayasan.

Dalam postingan online Huckle dengan bangga mengatakan, “Anak-anak miskin sudah pasti jauh lebih mudah dibujuk rayu dibanding anak-anak kelas menengah di Barat.”

Mengomentari salah satu korbannya, dia dengan semangat berkata, “Saya dapat jackpot, seorang anak perempuan berusia 3 tahun loyal kepada saya seperti anjing saya dan tidak ada seorang yang pun yang memperhatikan (curiga).”

Manual pedofilia yang ditulis Huckle disimpan dan dikunci dengan kata sandi di laptopnya, dan siap untuk dipublikasikan di dark web.

Tahun 2018, BBC Three memproduksi sebuah dokumenter tentang kedekatan Huckle dengan anak-anak di Kamboja, India dan Inggris.

Dalam dokumenter itu, pensiunan polisi Jim Gamble, yang dulu pernah memimpin investigasi kekerasan seksual terhadap anak-anak di Inggris, mengimbau agar dilakukan penyelidikan lebih meluas atas kemungkinan kejahatan seksual oleh Huckle di Inggris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisMalaysiaPedofilRichard Huckle
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Anugerahkan Al-Qur’an Award ke Pengembang Mushaf Al-Qur’an
Tulisan selanjutnya Standar Pendidikan di Afrika Menurun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Berita
11 September 2026 10:03
Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat
  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
  • Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
  • Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
  • Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
  • Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?