Hidayatullah.com–Markas Yahoo Japan Corp. di Tokyo memberlakukan “pajak makanan goreng” di kantin-kantinnya guna mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan karyawan.
Berdasarkan sistem yang berlaku sejak 8 Oktober, harga gorengan seperti “tonkatsu” (irisan daging babi goreng), dinaikkan sementara makanan yang direbus atau dikukus dan dipanggang dijual lebih murah.
Perusahaan tersebut memutuskan untuk “memangkas lemak” setelah pemeriksaan medis tahun 2017 menunjukkan 45% karyawan memiliki kadar kolesterol LDL tinggi, lapor Asahi Shimbun Senin (28/10/2019).
Sekitar 1.000 karyawan Yahoo makan siang di kantin setiap hari, dan makanan yang digoreng jauh lebih populer dibanding hidangan ikan kukus/rebus dan panggang.
Mulai 8 Oktober harga ikan “nanban” (ayam goreng dengan saus sayuran pedas) naik 100 yen menjadi 691 yen di kafetaria. Di sisi lain, ikan makarel rebus dengan saus miso dan sup sayuran “kenchin-jiru” dijual 543 yen atau turun 150 yen.
Ternyata pada akhir jam makan siang, semua 375 porsi hidangan ikan terjual habis, mengalahkan ayam nanban yang terjual 275 porsi.
“Hidangan ikan rebus sebelumnya tidak pernah terjual melebihi 200,” kata seorang petinggi di Yahoo Japan. “Saya kira sistem baru ini berpengaruh besar,” ujarnya.
Pada bulan April dan Mei sebelum ada perubahan harga, penjualan hidangan ikan rata-rata hanya 128 porsi, bandingkan dengan 480 porsi ayam goreng.*