Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Jepang Minta Sepatu Hak Tinggi Tidak Diwajibkan di Tempat Kerja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juni 2019 19:05 7:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juni 2019 19:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sampai hari Selasa (4/6/2019) hampir 20.000 wanita sudah menandatangani petisi online di Jepang, meminta agar pemerintah melarang perusahaan-perusahaan mewajibkan pegawai wanita mengenakan sepatu berhak tinggi di tempat kerja.

Petisi itu diinisiasi oleh penulis lepas Yumi Ishikawa, yang mengatakan bahwa dirinya diharuskan mengenakan sepatu tidak nyaman saat bekerja paruh waktu di sebuah penyelenggara pemakaman.

“Usai bekerja, semua orang mengganti alas kaki dengan sneaker atau sepatu tanpa hak,” tulis Ishikawa menyoroti efek negatif bagi kesehatan dari kebiasaan menggunakan alas kaki berhak tinggi setiap hari seperti sakit punggung, mata ikan dan kulit melepuh.

Menurut Ishikawa, para keloga prianya tidak merasakan penderitaan yang sama dengan kaum Hawa.

“Bukankah di luar sana banyak wanita yang mengalami masa-masa sulit?” tanyanya, seraya menambahkan bahwa dia berharap petisi itu akan menjadikan para pekerja terbebas dari beban yang tidak perlu di lingkungan kerjanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kampanye Ishikawa dinamai #KuToo, plesetan dari kutsu yang artinya sepatu dan kutsuu yang artinya rasa sakit. Dalam kurun 24 jam sejak kampanye dimulai, banyak wanita Jepang mencurahkan kisah pedih mereka berkenaan dengan keharusan mengenakan sepatu jinjit saat bekerja.atau ketika menghadiri wawancara kerja.

“Hari ini kami memasukkan petisi berupa seruan agar diberlakukan undang-undang yang melarang majikan memaksa kaum wanita mengenakan sepatu hak tinggi sebagai diskriminasi seksual atau pelecehan,” kata Ishikawa di tangga gedung kementerian usia menghadiri pertemuan di Kementerian Tenaga Kerja seperti dilansir DW.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jepangsepatu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Iran Dibui karena Menyeberangkan Migran dari Prancis ke Inggris
Tulisan selanjutnya Jom Studi di Malaysia! Ajak PM Mahathir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?