Hidayatullah.com– Turki mengusir anggota IS asal Amerika dan Jerman, yang telah tertangkap di negara itu, menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri, yang dikutip pada Senin.
“Kami bukanlah hotel bagi Daesh (singkatan IS dalam bahasa Arab),” tegas Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dilansir AFP Sabtu (2/11/2019).
Soylu mengatakan pemerintah Turki tidak akan menahan anggota asing IS itu dalam jangka waktu lama. Dia mengklaim Ankara masih akan bertanggung jawab dalam pengawasan anggota kelompok ekstremis itu, sebelum mengembalikan mereka ke negara asalnya.
Suleyman Soylu pekan lalu memperingatkan bahwa Ankara akan mulai mendeportasi para anggota Daesh ke negara-negara asal mereka pada Senin, bahkan walaupun status kewarganegaraan mereka telah dicabut.
“Seorang petempur teroris asing asal Amerika yang prosesnya sudah rampung telah dideportasi,” kata juru bicara kementerian, Ismail Catakli, yang dikutip kantor berita Anadolu.
“Rencana pemulangan tujuh petempur teroris asing warga negara Jerman di kantor pusat telah rampung dan mereka akan dideportasi pada 14 November,” katanya.
Soylu tidak memberikan nomor atau mengatakan ke negara mana mereka akan dikirim kembali.
Dikutip Hurriyet, Turki bermaksud mengekstradisi sekitar 2.500 teroris Daesh (IS), yang sebagian besar akan dikirim ke negara-negara Uni Eropa, mengutip penyiar negara TRT Haber.*