Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Kuba: Berkembang Tetapi Tidak Terlihat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Desember 2016 12:27 12:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2016 12:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Secara umum Negara Kuba dibangun diatas landasan satu-partai Marxisme–Leninisme, di mana peran Partai Komunis diabadikan dalam Konstitusi. Namun diam-diam, Islam juga berkembang pesat.

Agama Islam,  diam-diam terus tumbuh dan berkembang di Kuba, di mana ada sebanyak 9.000 warga Muslim dari  11,3 juta populasi penduduk Kuba.

Meski demikian, jumlah minoritas Islam ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dari sekitar selusin pada awal 1990-an.

“Partai Komunis telah membuat keputusan untuk membuka pluralitas agama,” kata Michael Leo Owens, profesor ilmu politik di Universitas Emory di Atlanta.  “Islam secara alami akan tumbuh,” ujarnya dikutip Newsweek, Selasa (27/12/2016).

Muslim Kuba yang Menggeliat [1]

Joan Alvado, seorang jurnalis foto yang berbasis di Barcelona, Spanyol sejak  tahun 2014,  telah memotret kehidupan Muslim Kuba, mulai dari Ibu Kota Havana dan di seluruh negeri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baru-baru ini, Alvado kembali ke Kuba, dari awal Oktober hingga awal November, untuk lebih mengeksplorasi budaya kecil ini dan memamerkan karyanya.

Karena tidak ada warisan sejarah Islam yang panjang di Kuba, banyak Muslim di pulau ini merupakan mualaf yang menemukan iman mereka setelah berbicara dengan siswa dan diplomat asing, khususnya dari negeri Muslim yang berkunjung ke tempat itu.

Salah satu subyek Alvado adalah Osman Reyes. Ia masuk Islam bulan Juni 2015. Dia mengatakan Islam membantunya merasa “lebih bebas,” ujar Alvado. Reyes kini tinggal di dekat pusat Kota Camaguey, Kuba, di manadi  umat Islam setempat telah mendirikan sebuah masjid sederhana di dalam rumah pribadi di awal 2000-an.

Muslim Kuba Menggeliat [2]

Meskipun Islam dinilai kelompok agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia sebagaimana laporan Pew Research Center yang pernah memperkirakan populasi Muslim dunia akan meningkat sebesar 73 persen pada tahun 2050, Muslim Kuba tak bisa terlihat, bahkan untuk warga Kuba lainnya. “Tak seorangpun di Havana, bahkan teman-teman saya di Kuba yang tahu ada Muslim,” kata Alvado.

Pada awal 1990-an, segelintir warga Muslim di Kuba menghadapi kemungkinan penganiayaan oleh rezim untuk mempraktikkan agama mereka, sedikit yang bisa mengajarkan mereka tentang iman baru mereka. Namun saat ini, mereka memiliki kepemimpinan, guru dan sebuah rumah ibadah besar yang dibuka di Kota Havana pada bulan Juni 2015. Masjid ini mendistribusikan busana muslim tradisional untuk pria dan wanita dan menyumbangkan domba kepada jemaat selama bulan Ramadhan.

Pada umumnya rakyat Kuba dibesarkan makan daging babi dan minum alkohol. Kebanyakan Muslim Kuba telah beradaptasi secara bertahap. Kurangnya ahli agama untuk membimbing jalan mereka membuat tradisi lama masih bertahan meski sebagai mualaf dan hidup di bawah Islam.

Muslim Kuba yang Menggeliat [3]

Dalam salah satu foto, Alvado mendapatkan sebuah Pohon Natal kecil bersanding dengan bendera Arab Saudi. Dekorasi ini adalah milik seorang wanita Kuba kelahiran Katolik yang telah memeluk Islam  selama lima tahun.

“Dia masih menempatkan Pohon Natal setiap tahun,” kata Alvado. “Komunitas Muslim di Kuba benar-benar masih muda.”

Tidak jelas apakah kematian mantan presiden Fidel Castro bulan November 2016 akan mempengaruhi kebangkitan agama Islam Kuba. Castro sudah berlalu, kini presiden beralih ke adiknya Raul Catro pada tahun 2008. Raul juga mewarisi Politbiro Komite Pusat Partai Komunis Kuba. Meskipun ia terus mewakili faksi kuat dan tanpa kompromi dalam politik Kuba, namun corong garis keras komunisme dinilai sudah berakhir

“Unsur-unsur garis keras dari pemerintah Kuba kehilangan corong mereka yang terbesar,” kata Andrew Otazo, Direktur Eksekutif Cuba Study Group, sebuah think tank yang berbasis di Washington. Kuba dinilai akan menonton dengan cemas melihat apakah kematian Castro akan menyebabkan reformasi atau apakah garis keras-aman tentang di mana mereka berdiri sekarang-akan menindak agama.

“Apakah akan ada lebih banyak kebebasan beragama atau kemampuan untuk mempraktikkan agama Anda jika Anda merasa cocok? Itulah pertanyaan besar, “kata Otazo.

Di sisi lain, perkembangan ini disambut banyak pihak. Beberapa dukungan datang dari luar, termasuk  Arab Saudi yang telah mendanai laboratorium bahasa baik di Havana dan Santiago. Pada tahun 2014 Saudi telah mempunyai stan di Havana Book Fair di mana literatur tentang Islam dan al-Quran berbahasa Spanyol dibagikan.

Raja Abdullah dari Arab Saudi, yang meninggal pada Januari tahun lalu, mendanai lima penduduk Kuba untuk melakukan ibadah Haji pada 2014. Mimpi yang hampir mustahil bagi kebanyakan Muslim Kuba, yang pendapatan pekerja pemerintah hanya sekitar $20 setiap bulannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Rohingya Dibunuh Usai Bertemu Delegasi Asing
Tulisan selanjutnya Mewaspadai Fitnah Penguasa di Akhir Zaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?