Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dewan AS Menyetujui “Undang-undang Uighur”, Desak Sanksi terhadap Pejabat China

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Desember 2019 18:47 6:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Desember 2019 18:47
Bagikan
Gedung parlemen Amerika Serikat, US Capitol Building.
Bagikan

Hidayatullah.com-Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada hari Selasa (4/12) dengan suara bulat menyetujui sebuah undang-undang yang mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengambil tindakan tegas terhadap China atas perlakuannya kepada komunitas Muslim di negara itu, menyerukan pembatasan pejabat senior Tiongkok serta ekspor dari negara itu.

Uighur Act 2019 adalah versi yang lebih ketat dari RUU yang memicu kemarahan Beijing ketika disahkan oleh Senat pada bulan September.

Juga menyerukan Presiden Donald Trump untuk memberlakukan larangan pertama kali pada anggota senior politbiro Partai Komunis China, sementara Presiden Trump berusaha mencari solusi untuk mengakhiri perang dagang dengan Beijing.

Sebanyak 407 suara mendukung rancangan ini dan 1 orang menolak, mendesak Presiden Trump untuk mengutuk komunitas Muslim dan menyerukan agar kamp-kamp penahanan di provinsi Xinjiang segera ditutup.

Kongres “sedang mengambil langkah-langkah penting untuk melawan pelanggaran HAM Beijing terhadap etnis Uighur,” kata Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dikutip Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pelosi juga mengkritik pemerintah Tiongkok karena mengambil tindakan keras yang mencakup pengawasan luas, isolasi, kekerasan, pemerkosaan paksa dan “bentuk-bentuk pelecehan lainnya.”

China Marah

China dengan keras menentang RUU itu.

Beijing mendesak Amerika Serikat untuk menghapuskan undang-undang itu dan mencegahnya agar tidak disahkan menjadi UU –tanpa memberikan perincian lebih lanjut– bahwa itu akan menanggapi sejalan dengan perkembangan di Amerika Serikat.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para saksi menuduh China berusaha mencegah orang-orang Uighur mengamalkan adat istiadat dan tradisinya dan sebaliknya menyatukan mereka dengan budaya mayoritas etnis Han.

Setelah menyangkal keberadaan kamp, Beijing sekarang menggambarkan fasilitas itu sebagai “pusat pendidikan kejuruan” di mana “siswa” belajar bahasa Mandarin dan keterampilan kerja sebagai bagian dari upaya untuk menahan mereka dari radikalisme, terorisme, dan pemisahan.

Rancangan UU juga mengharuskan Departemen Luar Negeri untuk menghasilkan laporan satu tahun tentang tindakan pemerintah China di Xinjiang.

Ini juga mengharuskan Departemen Perdagangan AS melarang ekspor ke entitas di Xinjiang yang diketahui digunakan di kamp-kamp penahanan atau untuk tujuan pemantauan minoritas Muslim, termasuk teknologi pengenalan wajah.

Gedung Putih dan kedutaan besar China di Washington belum menanggapi permintaan komentar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatASchinaParlemen ASTiongkokuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak-anak Rohingya Dilarang Sekolah?
Tulisan selanjutnya Beradab terhadap Nabiullah Muhammad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?