Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Demonstran Anti-Pemerintah Hong Kong Dukung Minoritas Uighur

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Desember 2019 09:23 9:23 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Desember 2019 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-Polisi anti huru-hara Hong Kong membubarkan paksa sebuah pawai mendukung Uighur China pada Minggu – dengan satu insiden di mana seorang petugas polisi mengeluarkan pistol – setelah yang pada awalnya damai menjadi kacau setelah sekelompok demonstran melepaskan sebuah bendera China dari bangunan pemerintah setempat dan berupaya membakarnya lapor Al Jazeera pada Senin 23 Desember 2019.

Penyelenggara menghentikan pembakaran bendera itu, tetapi polisi huru-hara menyerbu dengan semprotan merica, menyebabkan kemarahan massa yang melempari mereka dengan botol air.

Satu petugas mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke arah kerumunan massa, tetapi tidak menembak. Setidaknya dua demonstran ditangkap.

Beberapa ratus orang bergabung dengan pawai itu, dengan beberapa membawa bendera biru dan putih yang menandakan bendera gerakan kemerdekaan di wilayah Xinjiang, China bagian barat laut.

China menghadapi kecaman internasional karena menahan satu juta etnis Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya dalam apa yang mereka sebut sebagai pusat pelatihan kejuruan, tetapi kritik mengatakan itu adalah kamp-kamp penahanan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Munculnya sistem pengawasan dan penjara besar-besaran yang saat ini di sebagian besar wilayah Xinjiang telah diamati dengan seksama di Hong Kong, yang diguncang oleh enam bulan demonstrasi besar menentang China.

Massa berkumpul di sebuah lapangan dekat dengan tepi pantai untuk mendengarkan pidato-pidato yang memperingatkan bahwa penindasan Partai Komunis China di Xinjiang suatu hari nanti dapat terjadi di Hong Kong.

“Kita harus tidak melupakan mereka yang memiliki tujuan yang sama dengan kita, perjuangan kita untuk kemerdekaan dan demokrasi dan kemarahan terhadap Partai Komunis China,” salah satu pembicara berbicara melalui pengeras suara kepada kerumunan partisipan.

‘Gila kendali’

Banyak dari partisipan yang hadir mengibarkan bendera “Turkistan Timur”, istilah yang banyak digunakan separatis Uighur untuk Xinjiang, yang memiliki bulan sabit putih dengan latar belakang biru muda.

Beberapa lainnya menggenakan topeng berwajah biru dengan lambang bendera Turkistan Timur. Partisipan juga membawa bendera Tibet – wilayah lain China pernah berselisih dengan pemerintah pusat – dan kepulauan Taiwan yang oleh pemerintah China klaim sebagai miliknya.

China mengelola Hong Kong dengan model “satu negara, dua sistem” yang memungkinkan kebebasan inti kota itu yang ditolak oleh otoriter daratan utama.

Pengelolaan ini akan berakhir pada tahun 2047, 50 tahun setelah penyerahan.

Banyak orang di Hong Kong takut semakin tegasnya China telah mengikis kebebasan itu, terutama sejak Xi Jinping menjadi presiden.

Banyak partisipan pada pawai Minggu itu mengatakan mereka merasa pemerintah China daratan berada di ujung jalan.

“Pemerintah China adalah orang yang gila kendali, mereka tidak tahan dengan pendapat yang tidak mereka setujui,” Katherine, seorang partisipan berumur dua puluhan dan seorang pegawai sipil, mengatakan kepada AFP sebelum polisi menyerbu.

“Di Xinjiang mereka melakukan apa yang mereka lakukan karena mereka memiliki kekuatan untuk melakukannya. Ketika mereka mengambil alih Hong Kong, mereka akan melakukan hal yang sama,” tambahnya.

China menindak keras warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya setelah serangkaian serangan mematikan di daerah itu.

Negara itu siap memerangi semua kritik terhadap kebijakannya di Xinjiang.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anti-pemerintah ChinachinaDemontransHong Kongpro-demokrasi Hong Konguighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Badan Kerjasama Pesantren Desak Indonesia Aktif Bela Uighur
Tulisan selanjutnya LPAI Minta Penjahat Seksual Diproses Hukum dan Bayar Ganti Rugi 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?