Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tiga Pejabat Perusahaan Semen Lafarge Jadi Terdakwa Pendanaan Terorisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Desember 2017 19:06 7:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Desember 2017 19:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tiga pejabat perusahaan pembuat semen Swiss-Prancis Lafarge hari Jumat (2/12/2017) ditetapkan sebagai terdakwa pendanaan terorisme tidak langsung.

Dilansir RFI, Frederic Jolibois, yang mengambil alih jabatan manager pabrik semen Lafarge di Suriah pada 2014, dijerat dengan dakwaan pendanaan terorisme dan pelanggaran atas embargo Uni Eropa atas minyak Suriah, kata pengacaranya Jean Reinhart.

Bruno Pescheux, pendahulu Jolibois yang menjadi kepala pabrik dari tahun 2008 sampai 2014, serta bos sekuriti Lafarge Jean-Claud Veillard juga dijerat dengan pasal pendanaan terorisme serta membahayakan nyawa orang lain.

Jolibois mengaku membeli minyak dari “organisasi non-pemerintah” seperti Kurdi dan kelompok Muslim. Tindakannya itu melanggar kebijakan embargo Uni Eropa yang diterapkan sejak 2011 atas minyak Suriah.

¶Kantor pusat produsen semen LafargeHolcim digeledah terkait pendanaan terorisme

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pescheux mengakui bahwa Lafarge membayar sampai $100.000 setiap bulan kepada taipan Suriah Firas Tlaas, seorang pemegang saham minoritas yang memberikan uang tunai kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah agar pabrik semen mereka di Jalabiya tetap beroperasi meskipun perang sedang berkecamuk.

Pescheux memperkirakan ISIS alias Daesh menerima sekitar $20.000.

Ketiga orang itu merupakan yang pertama ditahan sebagai hasil penyelidikan hakim-hakim di Pranics atas kasus-kasus anti-teror dan pendanaan tindak kejahatan. Hakim juga menyelidiki apakah Lafarge mengambil tindakan yang memadai untuk melindungi pekerja-pekerja lokalnya.

Staf lokal bertahan di lokasi pabrik sementara para eksekutif pergi meninggalkan Damaskus menuju Kairo pada tahun 2011 dengan alasan demi keselamatan, ketika perang saudara mulai berkecamuk di Suriah. Pekerja-pekerja asing lainnya dievakuasi pada bulan-bulan selanjutnya.

Lafarge –yang merger dengan Holcim asal Swiss pada tahun 2015– berusaha bertahan di Suriah selama 2 tahun setelah sebagian besar perusahaan asal Pranics hengkang dari Suriah menyusul penguasaan ISIS atas sejumlah daerah.

Kelompok ISIS alias Daesh akhirnya pun menduduki pabrik semen Lafarge di Jalabiya pada September 2014.

Investigasi kasus Lafarge dipercepat pekan-pekan terakhir, setelah polisi menggeladah markas perusahaan itu di Paris bulan November kemarin. Tiga bekas pekerja lokal Lafarge di Jalabiya juga didatangkan dari Suriah untuk memberikan kesaksian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusia Nyatakan 9 Media Amerika Serikat Sebagai Agen Asing
Tulisan selanjutnya Mulai 2019 Austria Akui Perkawinan Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

Iptekes
8 Juli 2026 08:09
Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Terbaru

  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?