Hidayatullah.com–Orangtua murid di Zimbabwe lebih memilih membeli buku sekolah bajakan sebab mereka tak mampu membeli yang asli.
Dilansir BBC hari Rabu (15/1/2020) dari koran lokal Herald, para orangtua murid mengaku tidak sanggup menanggung biaya sekolah dan karenanya berhemat dengan cara membeli buku pelajaran fotokopi.
Meskipun undang-undang melarang pembajakan, para pedagang menjual buku sekolah fotokopi secara terang-terangan dengan alasan permintaan tinggi.
Zimbabwe saat ini masih terpuruk dalam krisis ekonomi parah, rakyat hidup susah akibat inflasi tiga digit, kelangkaan air, makanan dan listrik.
Survei yang dilakukan koran Herald menunjukkan satu paket berisi 7 buku pelajaran sekolah dasar asli harganya mencapai Z$1.400 ($85; £65), sedangkan versi fotokopinya hanya Z$229.
Ketua Asosiasi Penulis Zimbabwe Monica Cheru-Mupambawashe mengatakan orangtua murid tidak dapat dipersalahkan dalam masalah pembajakan ini. Seharusnya pihak penerbit memberikan harga yang lebih baik sehingga penulis buku tidak kehilangan pendapatannya.*