Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Setelah Badai Matthew Haiti Butuh Bantuan Besar-besaran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2016 05:51 5:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Oktober 2016 05:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Respon besar-besaran diperlukan untuk membantu Haiti kembali pulih setelah badai Matthew menerjang dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memobilisasi seluruh kemampuannya untuk membantu upaya pemulihan negara itu, kata Sekjen PBB Ban Ki-moon hari Senin (10/10/2016).

“Sebagian kota dan desa nyaris lewap dari peta,” kata Ban kepada para wartawan.

“Ketegangan sudah mulai naik seiring rakyat menanti-nanti bantuan. Respon besar-besaran diperlukan. Tim-tim PBB sedang bekerja sama dengan para pejabat lokal guna mengetahui apa saja yang diperlukan,” kata Ban seperti dikutip Reuters.

Hari Senin PBB mengajukan dana $119 juta untuk memberikan bantuan penyelamatan hidup bagi 750.000 orang di barat daya Haiti, yang menjadi korban paling parah badai Matthew.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Uang itu akan dialokasikan untuk menyediakan pangan, air minum, serta tempat berteduh sementara bagi orang-orang yang paling rentan dari 1,4 juta jiwa yang membutuhkan pertolongan, sebab sebagian besar lahan pertanian hancur dan infrastruktur rusak parah, kata PBB dalam permohonan bantuan rutinnya setiap tiga bulan.

Badai berkekuatan besar, yang paling parah di kawasan Karibia dalam kurun sepuluh tahun terakhir, menghantam Haiti pada Selasa pekan lalu dengan kecepatan 233 kilometer perjam disertai angin dan hujan sangat deras. Menurut perhitungan Reuters dari data resmi menunjukkan sekitar 1.000 orang kehilangan nyawa dalam bencana alam tersebut.

Wabah kolera akibat ulah pasukan PBB

Pada tahun 2010 wabah kolera muncul di Haiti secara tidak sengaja akibat personel pasukan penjaga perdamaian PBB membuang air limbah ke sungai, setelah terjadi gempa berkekuatan besar. Sejak itu ratusan ribu orang terinfeksi dan 9.000 orang lagi kehilangan nyawa.

Pascabadai Matthew wabah kolera tersebut semakin mengancam rakyat yang menjadi korban selamat.

PBB tidak pernah secara resmi mengaku bertanggung jawab atas munculnya wabah kolera di Haiti, tetapi Ban pernah berkata bahwa dia menyesalinya dan organisasi dunia itu “punya tanggung jawab moral” untuk membantu. Dia direncanakan akan menghadirkan respon baru terkait kolera di Haiti bulan ini.

“Saya mengembangkan pendekatan baru untuk menghadapi situasi kolera ini dan ini akan mencakup dukungan terhadap orang-orang yang tertular penyakit tersebut dan untuk upaya-upaya penyediaan sistem air bersih, sanitasi dan kesehatan yang baik guna membantu mengenyahkan wabah kolera di Haiti,” kata Ban.

“Bancana ini membuatnya semakin vital untuk meningkatkan dukungan kita secara signifikan dan melakukan hal tersebut sekarang juga,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketum IPIM: Ada 21 Ayat Lain yang Semakna dengan Al-Maidah:51
Tulisan selanjutnya fasilitas senjata nuklir israel Shimon Peres Dijadikan Nama Reaktor Nuklir Israel di Negev

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?