Hidayatullah.com–Militer Jepang hari Rabu (3/2/2020) mempersiapkan sebuah kapal feri sewaan untuk dipakai sebagai karantina yang dapat menampung ratusan pasien suspek coronavirus, seiring bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi virus tersebut.
Kapal Hakuo berbobot 17.000 melempar jangkar di pangkalan laut Yokosuka dekat Tokyo, yang juga tempat berlabuhnya kapal induk Ronald Reagan milik AL Amerika Serikat. Setelah dipersiapkan kapal awalnya akan menampung 94 orang, tetapi bisa mengakomodasi pasien lebih banyak lagi.
“Sekitar 300 orang akan dapat tinggal dengan nyaman di kapal itu, yang memiliki kapasitas maksimal 500 orang. Meskipun demikian, itu artinya akan ada antrian untuk menggunakan fasilitas kamar mandi dan lainnya, kata seorang pejabat Pasukan Bela Diri Jepang (militer Jepang) kepada Reuters.
Persiapan Hakuo sebagai fasilitas karantina itu dilakukan setelah otoritas kesehatan menyatakan sebuah kapal pesiar berpenumpang lebih dari 3.500 dinyatakan sebagai tempat karantina menyusul konfirmasi 10 penumpang kapal wisata itu terinfeksi coronavirus.
Sejauh ini Jepang mengkonfirmasi ada 33 kasus coronavirus, termasuk 17 orang yang telah mengunjungi Wuhan dan 10 orang penumpang kapal pesiar tersebut.
Sejak hari Sabtu (1/2/2020), Jepang menolak orang asing yang pernah mengunjungi Provinsi Hubei, China, memasuki wilayahnya. Dan akan memperluas larangan bagi orang yang mengunjungi daerah China lainnya.
Orang-orang yang dikarantina di kapal Hakuo akan diisolasi selama sekitar 10 hari. Mereka akan diberi fasilitas komputer tablet dan WiFi untuk menghabiskan waktu luang, kata jubir Kementerian Pertahanan. Setiap orang akan diberikan kebutuhan mandi/cuci dan lainnya, dan makanan akan di antar ke kamar masing-masing, imbuhnya.*