Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Profesor Pengkritik Beijing Dibebaskan Setelah Dituduh Menyewa Pelacur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juli 2020 16:48 4:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juli 2020 16:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pengkritik vokal penguasa China, Prof Xu Zhangrun telah dibebaskan setelah mendekam dalam tahanan kepolisian selama 6 hari, menurut teman-temannya.

Profesor hukum konstitusional Beijing itu sudah berstatus tahanan rumah ketika ditangkap dan dibawa ke kantor polisi pada 6 Juli.

Dia mengkritik cara pemerintah China dalam menghadapi coronavirus dan kepemimpinan Presiden Xi Jinping yang dianggapnya seperti pengikut sekte Mao Zedong.

Pihak berwenang belum mengkonfirmasi pembebasan Xu tersebut, lapor BBC Ahad (12/7/2020).

Kabar tentang pembebasan Xu disebarkan oleh teman-temannya yang berbicara kepada media internasional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Salah seorang dari mereka mengatakan kepada koran South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong bahwa Xu, 57, tiba kembali di rumahnya pada pagi hari dan dalam kondisi baik.

Tidak diketahui pasti mengapa dia ditahan. Menyusul penangkapannya seorang teman mengatakan istri Xu mendapat telepon dari seseorang yang menyebutkan bahwa profesor itu ditahan karena menyewa pelacur saat melakukan perjalanan ke kota Chengdu. Tuduhan tersebut dinilai teman-teman Xu mengada-ada dan konyol.

Pengajar di perguruan tinggi papan atas Universitas Tsinghua selama 20 tahun itu tahun lalu pernah menjalani pemeriksaan aparat keamanan setelah mengkritik penghapusan batas maksimal masa jabatan presiden, yang memungkinkan XI Jinping berkuasa seumur hidup.

Akademisi itu ditempatkan dalam tahanan rumah tahun ini setelah menulis artikel mengkritik cara pemerintah menghadapi kemunculan wabah penyakit baru Covid-19. Xu mengisyaratkan kemungkinan itu merupakan artikel terakhir yang ditulisnya.

Geng Xiaonan, seorang teman Xu, mengatakan kepada New York Times bahwa ketika ditangkap profesor itu dalam kondisi mental siap untuk diciduk.

“Dia sudah mempersiapkan sebuah tas berisi pakaian dan sebuah sikat gigi tergantung di depan pintunya, jadi dia siap,” kata wanita tersebut.

Amerika Serikat kabarnya menekan China untuk segera membebaskan Xu Zhangrun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BeijingchinaXi JinpingXu Zhangrun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat: Standar Ganda Eropa Protes Ayasofya Jadi Masjid, Padahal Banyak Masjid di Spanyol Diubah Jadi Katedral
Tulisan selanjutnya Kirim Pesan Rasis ke Wilfried Zaha, Bocah 12 Tahun Ditangkap Polisi Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?