Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dokter Pengungkap Wabah Sars China Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Februari 2020 20:27 8:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Februari 2020 20:27
Bagikan
Dokter Jian Yanyong dianggap pahlawan nasional oleh rakyat China setelah mengungkap wabah Sars tahun 2003 yang ditutup-tutupi pemerintah.
Bagikan

Hidayatullah.com–Dokter militer pengungkap tindakan pemerintah China yang menutup-nutupi wabah severe acute respiratory syndrome (Sars) di tahun 2003 ditempatkan dalam tahanan rumah sejak tahun lalu, menurut keluarga dan temannya.

Nasib Dr. Jiang Yanyong, 88, seorang pensiunan jenderal dari Tentara Pembebasan Rakyat China, mencuat kembali ke publik setelah kematian Dr. Li Wenliang hari Jumat lalu dalam usia 34 tahun. Li adalah dokter yang memperingatkan koleganya dan pejabat kesehatan China tentang coronavirus di Wuhan di awal kemunculannya, tetapi justru ditangkap dan ditahan aparat karena dianggap menimbulkan keresahan masyarakat.

Sejak April 2019, aparat mencabut kontak Jiang dengan dunia luar dan membatasi pergerakannya setelah dia menulis surat kepada pejabat tinggi China meminta agar mengasesmen ulang gerakan pro-demokrasi 1989 di Lapangan Tiananmen. Demikian dikatakan seorang teman dekatnya, yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Istri Jiang, Hua Zhongwei, mengkonfirmasi bahwa suaminya dikurung di rumah.

“Dia tidak diperbolehkan melakukan kontak dengan orang luar. Dia saat ini berada di rumah. Dia tidak memiliki alat komunikasi [dengan orang luar],” kata wanita itu seperti dilansir The Guardian Ahad (9/2/2020).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kondisi kesehatannya tidak baik. Keadaan mentalnya juga demikian. Dia tidak dalam kondisi baik,” tegasnya.

Wanita itu mengatakan suaminya menderita pneumonia dan dirawat di rumah sakit tahun lalu. “Maaf, rasanya kurang nyaman untuk bercerita lebih banyak,” kata Hua.

Jiang dirawat di Rumah Sakit Militer 301 di Beijin, tempatnya bertugas selama lebih dari 60 tahun. Selama dirawat sebulan lebih mulai April, dia dikawal ketat dan dilarang dikunjungi keluarganya, kata temannya. Ketika Jiang menjadi marah dia diberi obat, yang mengakibatkan otaknya hilang ingatan. Sejak itu, pergeraknnya dibatasi oleh aparat China, imbuh temannya tersebut.

Seorang temannya yang lain menambahkan, “Kami sudah lama tidak melihatnya dan tidak dapat mengontaknya. Kami dengar otaknya terdampak parah.”

Jiang dianggap pahlawan nasional oleh rakyat China setelah mengungkap wabah Sars tahun 2003 yang ditutup-tutupi pemerintah. Namun, dia dipaksa memjalani “sesi cuci otak”, yang disebut China sebagai fasilitas re-edukasi, setelah menyeru agar pemerintah Komunis mengakui demonstrasi mahasiswa di Tiananmen tahun 1989 sebagai “gerakan patriotik”.

“Kesalahan-keaalahan yang dilakukan oleh partai kita harus diperbaiki oleh partai. Lebih cepat hal itu dilakukan dan dengan seksama, maka akan lebih baik,” tulis Jiang di tahun 2004, dalam peringatan ke-15 tahun tindakan keras militer Komunis China membantai rakyatnya di Tiananmen.

Dalam sebuah wawancara tahun 2013 dengan Southern People Weekly, majalah yang berani bersuara lantang, Jiang menegaskan tekadnya untuk menyuarakan kebenaran.

“Sebagai seorang dokter menjaga kesehatan dan nyawa pasien adalah prioritas pertama dan paling utama … persyaratan paling dasar bagi seorang dokter adalah menyuarakan kebenaran. Saya sudah mengalami banyak pergerakan politik selama 50 tahun, saya merasa sangat mudah untuk berkata bohong, karena itu saya bertekad tidak akan pernah berkata bohong,” kata Jiang kepada majalah tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaJIan YanyongSARS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “‘Kesepakatan Abad Ini’ AS Harus Kita Lawan”
Tulisan selanjutnya Lebih dari 60 Warga Jerman Gabung Militan Muslim di Idlib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?