Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Parlemen Skotlandia Dukung Pembalut Wanita Digratiskan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Februari 2020 10:43 10:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Februari 2020 10:17
Bagikan
Pembalut dan tampon yang dianggap barang mewah di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Skotlandia kemungkinan besar akan menjadi negara pertama yang menggratiskan semua produk menstruasi wanita, setelah hari Selasa (25/2/2020) anggota parlemen Skotlandia secara bulat menyetujui rancangan undang-undang yang akan mengaturnya.

Dilansir DW, sebanyak 112 anggota parlemen mendukung dan 1 abstain terhadap RUU yang akan menjadikan pembalut wanita dan tampon tersedia gratis di Skotlandia.

RUU itu sekarang akan digodok di tingkat komite dan kemungkinan akan diamandemen.

Dalam RUU itu disebutkan bahwa produk yang biasa dipakai oleh wanita pada masa menstruasi akan tersedia gratis di tempat-tempat publik seperti pusat kegiatan masyarakat, klub-klub pemuda dan apotek.

Anggota legislatif Monica Lennon pertama kali mengusulkan rancangan UU itu, yang disebut Period Products (Free Provision) Scotland Bill, pada tahun 2017.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini bukan barang-barang mewah. Barang-barang itu benar-benar esensial dan sepatutnya tidak seorang pun di Skotlandia yang tidak bisa memperolehnya,” kata Lennon.

“Kita ingin mengubah budaya dan sungguh sangat menarik bahwa negara-negara di seluruh dunia menyaksikan secara seksama apa yang kita lakukan,” ujar politisi wanita itu.

Kebijakan tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran £24,1 juta setiap tahun.

Pada tahun 2018, Skotlandia menjadi negara pertama di dunia yang menyediakan gratis pembalut wanita di sekolah-sekolah, akademi dan universitas.

Produk-produk menstruasi saat ini di Inggris dikenai biaya yang disebut sebagai “tampon tax” sebesar 5%. Pemerintah mengatakan akan menghapus pajak yang tidak populer itu pada tahun 2016, tetapi isunya lantas tersisihkan dengan isu Brexit.

Penjelasan singkat pemerintah tentang RUU itu menyebut Irlandia, Kanada, Australia, Kenya, India, Kolombia, Malaysia, Nikaragua, Jamaika, Nigeria, Uganda, Libanon, serta Trinidad dan Tobago termasuk negara-negara yang tidak memberlakukan pajak atas produk-produk yang dibutuhkan wanita pada masa menstruasi seperti pembalut dan tampon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Placido Domingo Minta Maaf kepada Para Wanita yang Menuduhnya Pelecehan Seksual
Tulisan selanjutnya Komisi VIII: Banyak Alternatif Bantu Umrahkan Korban Penipuan Travel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?