Hidayatullah.com–Amazon mengatakan tidak tahu pasti kapan akan membuka kembali pusat distribusinya di Prancis. Perusahaan dagang online asal Amerika Serikat itu menutup gudang-gudangnya setelah diperintahkan menghentikan pengiriman barang non-esensial oleh pengadilan Prancis, yang menyatakan perusahaan telah mengabaikan kewajiban menjaga keselamatan dan kesehatan pekerjanya selama wabah Covid-19.
Hari Kamis (16/4/2020) Amazon mengumumkan penutupan seluruh gudangnya di Prancis setidaknya selama lima hari dan pekerja akan dibayar penuh gajinya.
Direktur Umum Amazon Prancis Frédéric Duval kemudian mengatakan kepada radio Prancis RTL bahwa dia tidak tahu kapan akan dibuka kembali, lansir RFI.
Di Prancis, Amazon memiliki 6 gudang dan mempekerjakan 10.000 orang, dan kepala operasional wilayah Eropa, Roy Perticucci, hari Rabu mengundurkan diri menyusul keputusan pengadilan tersebut.
Serikat pekerja Prancis terbesar di Amazon, SUD, menggugat majikannya itu ke pengadilan, menuduh bahwa pekerja dipaksa beraktivitas dengan jarak fisik berdekatan sehingga bertentangan dengan kebijakan social-distancing selama wabah Covid-19.
Bulan lalu, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire melakukan tekanan yang tidak dapat diterima terhadap karyawan, setelah serikat pekerja mengklaim perusahaan raksasa itu menolak membayar gaji staf yang tidak pergi bekerja karena khawatir penularan Covid-19. Sebagaimana diketahui di Prancis pekerja berhak menolak melakukan pekerjaannya apabila ada risiko kesehatan atau keselamatan.
Pengadilan di Nanterre memberikan waktu satu bulan bagi Amazon untuk menyesuaikan kebijakan anti-coronavirus.
Perusahaan itu masih diperbolehkan mengirimkan produk makanan, higiene dan medis, tetapi tidak boleh mengirimkan barang non-esensial. Apabila tidak mematuhi, ada sanksi denda per hari 1 juta euro.
Amazon berdalih sudah memberikan bukti-bukti ke pengadilan tentang dilakukannya pemeriksaan temperatur, perintah jaga jarak dan penggunaan alat pelindung diri. Frédéric Duval juga merasa janggal dengan definisi barang esensial, menanyakan “apakah kondom produk medis?”
Di seluruh Prancis toko penjual produk non-esensial diperintahkan tutup selama lockdown, sehingga pengguna toko online meningkat tajam. Amazon baru-baru ini merekrut ribuan pekerja baru untuk menangani kenaikan tersebut.*