Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kashmir: Pemuda Kashmir Terancam Tak Diberi Paspor dan Pekerjaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2021 03:59 3:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2021 15:03
Bagikan
pelanggaran HAM India
Bagikan

Hidayatullah.com—Awal bulan ini, pemerintah India di wilayah Jammu dan Kashmir memutuskan untuk tidak lagi memberikan surat keterangan keamanan bagi para pemuda Kashmir yang diduga terlibat aksi pelemparan batu dan aktivitas-aktivitas “anti-nasional”. Hal ini menimbulkan kekhawatiran para pemuda tersebut akan kesulitan memperoleh kerja atau paspor.

Semua petugas di lapangan diminta untuk “secara khusus melihat” keterlibatan individu dalam aktivitas yang dianggap melanggar hukum dan ketertiban, melakukan pelemparan batu dan kejahatan yang dianggap mengancam keamanan di wilayah tersebut.

Pada Agustus 2019, ribuan pengunjuk rasa ditangkap dan internet diblokir di Kashmir –wilayah berpenduduk mayoritas Muslim yang diklaim baik oleh India maupun Pakistan– setelah India mencabut sebagian status otonomi dan kenegaraan teritori itu.

Kawasan Kashmir dibagi menjadi dua wilayah yang dikontrol pemerintah federal India, yaitu Ladakh serta Jammu dan Kashmir.

Pemerintah pusat India menegaskan bahwa langkah-langkah itu perlu diambil guna mencegah terorisme dan meningkatkan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mengingat pemerintah India sedang berupaya menghidupkan kembali aktivitas politik menjelang pemilu, beberapa pihak merasa bahwa tindakan seperti itu akan meredam harapan dan aspirasi ribuan orang. Banyak warga Kashmir melihat langkah itu sebagai kampanye pelucutan hak oleh pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi.

“Sebagian besar pemuda di Kashmir pernah berpartisipasi dalam beberapa demonstrasi atau lainnya. Langkah ini mencederai aspirasi ribuan orang di masa lapangan pekerjaan sangat langka,” kata Fayaz Akbar, seorang mahasiswa kepada RFI Ahad (29/8/2021).

“Keputusan sewenang-wenang seperti mencabut paspor dan menafikan pekerjaan hanya akan mendorong para pemuda ke dalam keterasingan lebih jauh dan terbukti kontraproduktif untuk proses perdamaian dan rekonsiliasi,” kata politisi lokal Altaf Bukhari.

“Laporan buruk yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian tidak dapat menggantikan vonis bersalah di pengadilan,” kata mantan kepala menteri Omar Abdullah.

“Satu setengah tahun yang lalu, polisi membuat laporan yang merugikan untuk membenarkan penahanan saya dengan memanfaatkan Undang-Undang Keamanan Publik, tindakan yang tidak akan pernah bisa dimenangkan apabila digugat di hadapan hukum,” kata Omar Abdullah.

Seorang birokrat senior kepada RFI mengatakan kebijakan tersebut dibuat untuk memastikan bahwa individu dengan karakter dan perilaku yang meragukan tidak dipekerjakan oleh pemerintah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaJammu dan KashmirKashmir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya sufi Perlukah Menjadi Sufi?
Tulisan selanjutnya bmh anak yatim BMH Berikan Beasiswa Anak Yatim Terdampak Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?