Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kabinet Mark Rutte Dibayangi Geert Wilders

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2010 00:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah tantangan yang tidak sembarangan karena orang ini yang memberikan dukungan suara. Partai kanan populis, Partai untuk Kebebasan pimpinan Wilders tidak punya menteri di kabinet itu, tapi memberikan dukungan suara di parlemen.

Prioritas Wilders adalah memerangi penyebaran Islam. Ketika Mark Rutte sedang dilantik sebagai Perdana Menteri, salah seorang tokoh penting Partai untuk Kebebasan, Barry Madlener mengatakan kebijakan partai ini dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran Islam di Belanda.

Perdana Menteri Rutte tidak sependapat:

“Saya tidak menyibukkan diri dengan Islam. Itu juga sebabnya PVV tidak ikut berkuasa. Kami tidak sependapat dalam memandang Islam, tapi mereka berhak memberikan argumen itu.”

Pengaruh

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rutte dan mitra pemerintahannya sepakat bahwa mereka berbeda pendapat soal interpretasi mengenai kebijakan imigrasi. Tetapi kebijakan itu sendiri telah disepakati. Yang jelas Geert Wilders terlibat dalam perumusan banyak kebijakan yang akan dijalankan.

Pengaruh Wilders terhadap rencana koalisi terasa, khususnya dalam kebijakan imigrasi dan integrasi yang lebih ketat. Sebagai contoh, proses reunifikasi keluarga akan menjadi lebih sulit, paspor baru Belanda akan bersyarat, dan pemegang kewarganegaraan ganda, bisa lebih mudah kehilangan paspor Belandanya.

Gerd Leers dari partai Kristen Demokrat dan mantan walikota Maastricht, ditunjuk sebagai Menteri urusan Imigrasi dan Suaka. Ia adalah orang yang bertugas menjalankan kebijakan imigrasi.

Celah Pintu

Leers yang dikenal dengan pendekatan garis keras, menyadari bahwa kebijakan ini berat, tapi muncul dari hati. Dia menjaga pintu yang masih memiliki celah. Ia melihat ke depan dengan pernuh perhatian.

“Tahun-tahun mendatang ini mari kita sama-sama menjalankan kesepakatan ini. Dan mari kita bekerjasama dalam memberikan gambaran baik dalam mengurus permasalahan yang ada. Secara bertahap kita membutuhkan orang-orang baik datang ke negeri ini. Mereka pasti akan datang dan mereka juga welkom.”

Hubungan Tegang

Sebelum diangkat sebagai menteri, Leers bertemu dengan Geert Wilders. Dia menegaskan, itu adalah pertemuan biasa, dan dia menjelaskan kepada Geert Wilders bahwa Leers sendiri bertanggung jawab atas kebijakan imigrasi. Wilders, pada gilirannya mengatakan bahwa ia percaya Leers akan menerapkan kebijakan pemerintah, dan bahwa arus imigrasi dari negara Muslim akan dipangkas separoh dalam empat tahun ke depan.

Hubungan antara Leers dan Wilders dipastikan akan tegang, apalagi di masa lalu Leers adalah pengkritik tajam Wilders. Dia pernah menyebut pemimpin Partai untuk Kebebasan itu sebagai “perwujudan dari penyembur sampah di internet.”

Misi NATO

Menteri lain yang akan merasakan pengaruh Wilders adalah Menteri baru Pertahanan, Hans Hillen. Pasukan Belanda baru saja ditarik dari provinsi Uruzgan, setelah empat tahun menjalankan misi NATO di Afghanistan. Di masa mendatang pasukan Belanda kemungkinan berpartisipasi lagi.

Jika Belanda yang tersohor sebagai anti-Islam, berkat Geert Wilders, ini bisa menimbulkan masalah keselamatan tentara Belanda yang menjalankan misi di negara-negara Muslim. Menteri baru Pertahanan Hans Hillen mengatakan bahwa diplomat Belanda harus bekerja lebih keras untuk menjelaskan niat baik Belanda.

“Tugas kita sekarang adalah menunjukkan bahwa ungkapan kita bisa disaksikan dunia -baik di dunia islam maupun lainnya- sudah jelas kami melakukan tugas yang baik, kami akan menjalankan tugas itu didasari rasa tanggungjawab. Dan menunjukkan bahwa kabinet tidak punya prasangka apapun tentang Islam.”

Belanda berbalik arah, dan politikus yang menganggap Islam sebagai ideologi berbahaya sekarang berada dekat dengan sepektrum kekuasaan. Setiap anggota kabinet baru pimpinan Mark Rutte menyadari bahwa ini butuh penjelasan. [rnw/hidayatullah.com]

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Juta Dirham untuk Nomor 9
Tulisan selanjutnya Israel: al-Quds Bukan Pemukiman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?