Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Tips Budidaya Ikan & Sayuran Sekaligus di Rumah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Mei 2020 13:14 1:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Mei 2020 12:27
Bagikan
Riza Rahman Hakim, Dosen Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM), Jawa Timur.
Bagikan

Hidayatullah.com- Meski saat ini Anda banyak di rumah, ternyata tetap bisa budidaya ikan dan sayuran. Di area yang sempit sekalipun.

Cobalah tips yang diberikan oleh Riza Rahman Hakim, Dosen Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM), Jawa Timur. Dia mengkreasi gerakan kemandirian pangan yang disebut One House One Pond (Satu Rumah Satu Kolam).

“Ini adalah konsep kemandirian pangan dengan satu kolam ikan produktif dan higienis dalam satu lingkungan keluarga. Cocok sebagai solusi pangan mandiri di tengah pandemi dan work from home (WFH),” ujarnya.

Lulusan Universitas Kasetsart Thailand ini mengkombinasikan antara aquaculture (budidaya ikan) dan hydroponic (budidaya sayuran tanpa tanah). Disingkat Aquaponic.

Dengan teknik ini, maka di area yang sempit pun bisa, semisal di teras rumah. Aquaponic hemat air, karena menggunakan resirkulasi. Juga hemat lahan, karena cukup dengan ember Anda bisa menghasilkan dua produk sekaligus dalam sekali produksi. Contohnya ikan lele dan sayur kangkung, selada, atau sawi.

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Alat dan bahan antara lain ember, mesin pompa air, pipa, bak otak hidroponik, netpot dan sumbu flanel, rockwool, benih lele, dan bibit tanaman. Benda-benda ini biasanya ada di toko pertanian dan perikanan.

Caranya, isi ember dengan air bersih. Tambahkan garam grasak, kapur dolomit, molase, dan probiotik. Masukkan benih lele ukuran 5-9 cm. Puasakan satu hari, baru dikasih makan pada hari kedua. Nyalakan pompa untuk sirkulasi air.

Kemudian tanaman disemai pada rockwool di nampan, basahi dengan air. Masukkan bibit. Jika tanaman sudah keluar 3-4 daun, pindahkan ke netpot. Jika sudah semai, letakkan di tempat yang terkena sinar matahari.

Pakan ikan diberikan tiap hari pagi dan sore. Lakukan penggantian air 50% setiap dua pekan sekali. Jika dijumpai ikan berdiri menggantung, maka segera lakukan penggantian air 40% dan ikan dipuasakan satu hari.

“Hal-hal lebih teknis lainnya bisa saya jelaskan kepada siapa saja yang memerlukan,” kata Manajer Edu Park, FPP UMM ini.

Jika proses di atas berjalan dengan baik, ikan lele bisa dipanen dalam tempo 3 bulan. Kangkung bisa dipanen setelah 2-3 minggu, dan setelah itu bisa dipanen 2 minggu berikutnya. Sedangkan selada atau sawi bisa panen setelah 4 minggu.

Tertarik mencoba?* Pambudi Utomo/hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aquaponiccovid-19hidroponikikanketahanan panganpangansayur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kematian Covid-19 di Inggris Menjadi yang Tertinggi di Eropa
Tulisan selanjutnya Setelah Ditutup, Pemerintah Akan Buka Lagi Semua Moda Transportasi Besok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?