Hidayatullah.com–Salman Rushdie tidak akan menunjungi festival sastra di India, setelah pihak berwenang setempat memperingatkan adanya ancaman pembunuhan terhadap dirinya, jika beranii muncul di acara tersebut.
“Saya telah diberitahu oleh sumber intelijen di Maharashtra dan Rajasthan bahwa pembunuh-pembunuh bayaran dari Mumbai kemungkinan dalam perjalanan menuju Jaipur untuk menghabisi saya,” kata Rushdie dalam pernyataan yang dibacakan oleh produser festival, lansir Reuters ( 21/01/2012).
“Meskipun saya agak ragu dengan akurasi (informasi) intelijen ini, akan tidak bertanggungjawab jika saya datang ke festival dalam kondisi seperti itu.”
Penulis buku “Satanic Verses” (Ayat-Ayat Setan) itu dijadwalkan menjadi pembicara pada hari pertama dalam festival internasional yang digelar selama 5 hari tersebut. Namun, penyelenggara pekan lalu menghapus namanya dari jadwal mereka.
Menurut keterangan direktur festival William Dalrymple kepada Reuters pada hari Jum’at, sebagai gantinya Rushdie akan bicara lewat sebuah tautan video.
Sementara itu perwakilan Muslim Jaipur mengatakan, karena Rushdie tidak jadi datang, maka mereka pun membatalkan rencana aksi protesnya.
“Jika ia menipu kami dan ia datang, maka kami segera akan melakukan unjuk rasa,” kata Abdul Haq Shamshi, seraya menambahkan ribuan orang akan turun ke jalam jika penulis itu datang ke kota mereka.
Pada hari Jum’at, ribuan orang yang datang untuk menghadiri pembukaan festival sastra itu harus antri melewati pemindai sinar X, yang dijaga sejumlah polisi.
“Menurut saya, inilah yang Anda dapat karena mengundang datang Salman Rusdie,” kata seseorang dalam antrian.
Wakil komisioner polisi Jaipur, Rajendra Jhala, mengatakan sekitar 560 anggotanya diterjunkan untuk menjaga lokasi festival.*