Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jadi Tersangka Pembunuhan Mantan Istri PM Lesotho Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Mei 2020 20:32 8:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Mei 2020 20:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Thomas Thabane mengumumkan akan mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri Lesotho menyusul tekanan berbulan-bulan setelah dia disebut sebagai tersangka pembunuhan mantan istrinya.

Dilansir BBC Selasa (19/5/2020), Thabane tidak mengatakan kapan dia akan meninggalkan kursinya tetapi partainya mengatakan perdana menteri yang baru akan diambil sumpahnya pada hari Rabu.

Pada bulan Februari, istri Thabane saat ini –yang dengannya dia tinggal seatap ketika pembunuhan terjadi— ditetapkan pula sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan itu.

 “Saya memutuskan untuk memberitahu secara langsung bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lesotho,” lansir AFP. Hal itu dikatakan Thabane kepada konstituennya di Abia, kampung halamannya yang terletak di pinggiran ibu kota Maseru.

Sejumlah pria tidak dikenal menembak mati Lipolelo Thabane pada 14 Juni 2017, dua hari sebelum Thabane dilantik sebagai perdana menteri. Dia disergap dalam perjalanan pulang ke rumahnya, ditembak beberapa kali dari jarak dekat dan terkapar di pinggiran jalan tanah. Wanita itu berusia 58 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada waktu itu, Lipolelo sedang melalui proses perceraian yang rumit dengan Thabane dan sudah pisah rumah sejak 2012.

Sejak pisah rumah Thabane tinggal seatap dengan seorang wanita lain, Maesaiah, antara tahun 2012 dan 2017. Wanita itulah yang kemudian menjadi istri Thabane saat ini.

Thabane maupun istrinya yang sekarang membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut. 

Di pengadilan bulan Februari, pengacaranya berargumen bahwa jabatan perdana menteri memberikan kekebalan hukum bagi Thabene. Kasusnya ini lantas dibawa ke Pengadilan Tinggi, yang sampai saat ini belum memprosesnya.

Thabane bersikukuh bahwa kasusnya itu bermotif politik.

Pada bulan April, mediator dari Afrika Selatan menegosiasikan jalan mundur secara terhormat bagi Thabane. Namun, beberapa hari kemudian dia dikabarkan menolak dipaksa mundur sampai dia sendiri siap untuk meninggalkan jabatannya dan tidak ada seorang pun yang berhak menentukan kapan waktu pengunduran dirinya.

Seorang jubir dari partainya Thabane, All Besotho Convention (ABC), mengatakan kepada BBC bahwa parpolnya tidak akan mengupayakan kekebalan hukum politisi berusia 80 tahun itu.

Dalam pernyataan pengunduran dirinya itu Thabane beralasan mundur karena faktor usia, tanpa menyinggung soal kasus pembunuhan tersebut.

Menteri Keuangan Moeketsi Majoro diperkirakan akan menggantikannya sebagai perdana menteri. Dia sudah ditunjuk sebagai calon pemimpin baru koalisi baik oleh ABC maupun partai sekutunya, Democratic Congress (DC).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LesothoThomas Thabane
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Kesadaran Publik Hanya Bisa Dibangun oleh Kebijakan yang Tegas dan Konsisten’
Tulisan selanjutnya Wapres Sudan Selatan dan Istrinya Terjangkit Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?