Hidayatullah.com–Seorang dokter di Wuhan kolega Dr Li Wenliang, pengungkap coronavirus, wafat pekan lalu, lapor media milik pemerintah hari Selasa (2/6/2020), dia menjadi korban pertama Covid-19 China kurun beberapa pekan terakhir.
Hu Weifeng, seorang dokter urologi di Rumah Sakit Pusat Wuhan, meninggal dunia hari Jumat pekan lalu setelah dirawat karena terinfeksi coronavirus dan masalah yang berkaitan dengannya selama lebih dari empat bulan, lapor CCTV seperti dilansir AFP.
Dia merupakan dokter keenam di rumah sakit tersebut yang meninggal dunia karena coronavirus, yang diidentifikasi pertama kali di Wuhan akhir tahun lalu.
RS Pusat Wuhan belum memberikan pernyataan resmi soal kematian Hu. Awal Februari rumah sakit itu mengatakan sekitar 68 stafnya tertular coronavirus.
Kondisi Hu (gambar atas) sempat menjadi kekhawatiran nasional setelah media China menampilkan foto-foto dirinya dengan kulit yang menghitam dikarenakan kerusakan pada ginjalnya.
Seorang dokter teman kerjanya Yi Fan (gambar bawah) juga menunjukkan gejala serupa tetapi dia kemudian sembuh dan keluar dari rumah sakit.
Kematian kolega keduanya, dokter Li Wenliang, pada bulan Februari membuat rakyat China berduka dan marah terhadap pemerintah China, sebagaimana terekam dalam laporan berbagai media massa dan media sosial.
Li Wenliang, seorang dokter ophthalmologi diciduk aparat hukum setelah dia memperingatkan rekan-rekan kerjanya tentang virus itu akhir Desember 2019.
Beijing sejak kematiannya menobatkan Li sebagai martir nasional, tetapi memberangus kritik dan pengecam pemerintah yang dipicu oleh kematian dokter itu.
Beberapa dokter whistleblower lain di RS Pusat Wuhan, termasuk direktur unit kegawatdaruratan Ai Fei, pernah mengatakan kepada media China bahwa mereka dihukum oleh pihak berwenang karena berbicara mengungkapkan perihal virus baru tersebut.
Sampai saat ini China belum mengungkap berapa banyak sesungguhnya pekerja medis yang meninggal dunia setelah terpapar coronavirus. Namun, sedikitnya mendiang 34 tenaga medis sudah diberi penghargaan oleh otoritas kesehatan.
Pada bulan Februari, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan sekitar 3.387 pekerja kesehatan di China terinfeksi Covid-19.*