Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Perusahaan di Jepang Bangkrut Terdampak Wabah Coronavirus

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juni 2020 14:35 2:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juni 2020 14:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 200 perusahaan telah mengajukan permohonan pailit berkaitan dengan wabah coronavirus di Jepang, sehingga ribuan orang kehilangan pekerjaan, menurut perhitungan terakhir sebuah lembaga pelaporan kredit.

Di masa awal wabah coronavirus merebak, banyak hotel jatuh bangkrut dikarenakan penurunan tajam pelancong mancanegara. 

Namun, status negara dalam keadaan darurat yang diberlakukan pemerintah guna meredam penyebaran Covid-19 terus diperpanjang sehingga semakin banyak perusahaan yang berguguran. Kebijakan tinggal di rumah membuat belanja masyarakat menurun tajam, akhirnya banyak bisnis yang pendapatan anjlok dan pada saat yang sama utang terus bertambah.

Laporan Tokyo Shoko Research yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan ada 210 kasus pailit yang berkaitan dengan coronavirus. Termasuk di dalamnya perusahaan-perusahaan yang sedang mempersiapkan untuk pengajuan pailit. Masing-masing perusahaan yang bangkrut itu memiliki utang lebih dari 10 juta yen ($91.820).

Renown Inc, pembuat pakaian terkemuka, merupakan satu-satunya perusahaan yang terdaftar di bursa saham yang mengajukan pailit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perusahaan kecil dengan jumlah karyawan kurang dari 10 mencakup setengah dari jumlah bisnis yang mengajukan bangkrut.

Sedikitnya 7.700 pekerja dari perusahaan-perusahaan bangkrut itu kehilangan pekerjaan. Namun, angka itu hanya menghitung pekerja purna waktu. Apabila pekerja paruh waktu ikut dihitung, maka jumlah orang yang menjadi pengangguran bertambah cukup banyak.

Berdasarkan jenis usahanya, bisnis hotel yang bangkrut sebanyak 34, restoran 34, perusahaan pembuat pakaian 24. Ketiga jenis usaha itu mencakup sekitar 40 persen perusahaan yang pailit, lansir Asahi Shimbun Kamis (4/6/2020).

Sejak Mei, ketika keadaan darurat diperpanjang, banyak jenis usaha lainnya yang nyaris ambruk. Termasuk di antara mereka sebuah perusahaan bus umum yang memiliki rute tetap, sebuah perusahaan peternakan dan perusahaan penyalur pelayan.

“Sampai Mei, perusahaan-perusahaan tidak dapat memperkirakan berapa banyak orang yang akan mendapatkan kehidupan normal mereka kembali setelah status darurat dicabut. Jadi sebagian dari mereka mungkin menunda keputusan mereka untuk bangkrut,” kata Nobuo Tomoda, seorang direktur di Tokyo Shoko Research.

Sebagai gambaran, ketika bank investasi raksasa asal Amerika Serikat Lehman Brothers ambruk pada September 2008, yang menyulut krisis finansial di negeri Paman Sam, dampaknya terasa sampai ke Jepang terutama di kalangan perusahaan besar.

Kala itu, sebanyak 33 perusahaan Jepang yang terdaftar di bursa saham ambruk, jumlah itu yang terbesar sejak Perang Dunia Kedua.

Menyusul krisis Lehman Brothers itu di Jepang pada tahun 2008, jenis usaha keuangan dan asuransi yang bangkrut naik 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Bisnis transportasi yang bangkrut naik sekitar 40 persen, kebangkrutan bisnis informasi dan komunikasi serta real estate masing-masing naik lebih dari 20 persen. Sedangkan untuk kategori bisnis jasa dan lainnya jumlah kasus pailit mengalami kenaikan kurang dari 10 persen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bangkrutcoronaviruscovid-19Jepangpailitperusahaanwabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Shalat Jumat Perdana Setelah Berbulan-bulan Libur
Tulisan selanjutnya Merevolusi Paradigma “New Normal” Dalam Perspektif Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?