Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya: Pembebasan Sirte & Jufra Lebih Mendesak dari Sebelumnya

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 29 Juni 2020 10:06 10:06 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 29 Juni 2020 10:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pembebasan Sirte dan Jufra dari pasukan Haftar telah menjadi “lebih mendesak dari sebelumnya” untuk Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya setelah penyebaran tentara bayaran di negara itu, kata juru bicara militer pemerintah yang diakui PBB sebagaimana dikutip oleh aljazeera.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Muhammad Qanunu mengatakan “Sirte adalah tempat paling berbahaya di Libya setelah kota itu menjadi titik fokus bagi tentara bayaran dari Perusahaan Wagner Rusia”, yang ia gambarkan sebagai “geng kriminal”.

Pada hari Sabtu, perwakilan tetap Libya untuk PBB menyerukan kepada Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi atas kegiatan tentara bayaran dan aktor lain di Libya.

Qanunu menjabarkan partai-partai Libya “yang telah mendukung para pemberontak” dan bertanggung jawab atas kehadiran tentara bayaran Rusia, Suriah, dan Afrika serta kendali mereka atas ladang-ladang minyak di Libya.

Dia menambahkan bahwa tanggung jawab untuk situasi di Libya juga jatuh di pundak “Arab dan negara-negara asing yang berkontribusi membawa mereka [tentara bayaran] di tempat pertama”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada hari Sabtu, perdana menteri GNA Libya, Fayez al-Sarraj, bertemu dengan perdana menteri Italia Giuseppe Conte di Roma untuk membahas situasi di negara itu dan kembalinya perusahaan-perusahaan Italia untuk bekerja di Libya.

Kedua pejabat itu juga menegaskan kembali perlunya dimulainya kembali proses politik – alih-alih militer – sejalan dengan keputusan Dewan Keamanan PBB dan Konferensi Berlin.

Libya, produsen minyak utama, telah terperosok dalam kekacauan sejak pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 yang menggulingkan dan menewaskan penguasa lama Muammar Gaddafi.

Sejak 2014, Libya telah terpecah antara faksi-faksi saingan yang berbasis di ibukota, Tripoli, dan di timur, dalam perang yang terkadang kacau yang telah menarik kekuatan luar dan membanjiri Libya dengan senjata asing dan tentara bayaran.

Pasukan yang berbasis di Timur di bawah Haftar melancarkan serangan pada April tahun lalu untuk mencoba merebut Tripoli dari GNA, yang didukung oleh Turki.

Pasukan Haftar, yang didukung oleh Uni Emirat Arab, Mesir dan Rusia, terpaksa mundur dari sebagian besar Libya barat dalam beberapa pekan terakhir setelah Turki meningkatkan dukungannya untuk GNA yang diakui PBB.

Didukung oleh kemenangan baru-baru ini di medan perang, pasukan yang berpihak pada GNA mengatakan mereka akan menghentikan kemajuan mereka setelah merebut kembali Sirte, sebuah kota berpenduduk sekitar 125.000 orang di pantai Mediterania dan pangkalan udara Jufra.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, pekan lalu, memperingatkan pekan lalu bahwa serangan apa pun terhadap Sirte atau Jufra akan berarti melewati “garis merah”.

Dia mengatakan Mesir dapat melakukan intervensi militer untuk melindungi perbatasan baratnya dengan negara kaya minyak itu.

Sebagai tanggapan, GNA mengatakan bahwa mereka menganggap komentar el-Sisi sebagai “deklarasi perang”.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika UtaraLibyaMesirSirteTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Desak BPK Audit Keuangan PLN yang Berutang Rp 500 Triliun
Tulisan selanjutnya Pandangan Kritis Buya Hamka terhadap Pelaksanaan Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?