Hidayatullah.com—Presiden Nigeria Muhammadu Buhari meluncurkan proyek ambisius jalur pipa gas yang menghubungkan wilayah bagian selatan dengan utara negeri itu.
Nigeria mendapatkan utang $2,6 miliar dari China Export and Credit Insurance Corporation, yang juga dikenal sebagai Sinosure, serta Bank China untuk mendanai mega proyek itu.
Disebabkan pandemi coronavirus, Presiden Buhari meresmikan peluncuran proyek itu lewat tautan video di kantornya sementara sejumlah pejabat lain berada di lokasi proyek, lansir BBC Selasa (30/6/2020).
Dua perusahaan China akan membangun jalur pipa gas sepanjang 614 kilometer yang dijadwalkan rampung dalam waktu dua tahun.
Jalur pipa itu akan mengular dari pusat kota Ajaokuta di negara bagian Kogi hingga ke negara bagian Kano di sebelah utara Nigeria.
Presiden Buhari mengatakan penyelesaian proyek itu nantinya akan mendongkrak industrialisasi dan pengadaan listrik serta membuka peluang lapangan kerja.
Nigeria merupakan salah satu negara di Afrika yang kaya akan minyak dan gas.
Namun, para pakar mengatakan sumber daya alam itu belum digarap maksimal atau disia-siakan.*