Hidayatullah.com—Turki hari Rabu (1/7/2020) mendesak Uni Eropa untuk mengoreksi “kesalahan” mengecualikan negaranya dari daftar mitra travel aman, dengan mengatakan Ankara kecewa dengan langkah UE tersebut.
Dilansir The Guardian, hari Selasa Brussels merilis nama 15 negara termasuk Australia dan Maroko yang situasi kesehatannya dianggap cukup aman untuk memperbolehkan warga negara-negara tersebut bepergian ke Uni Eropa mulai 1 Juli.
Dalam daftar itu jelas tidak tercantum nama Amerika Serikat, Rusia dan Turki, negara yang terus berupaya agar diterima sebagai anggota Uni Eropa.
“Tidak terlihatnya Turki dalam daftar itu sungguh mengecewakan,” kata jubir Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan. “Kami berharap kesalahan ini dikoreksi sesegera mungkin.”
Aksoy menambahkan bahwa keputusan itu harus dibuat berdasarkan “kriteria obyektif”. Dia bersikukuh mengatakan Turki sudah menangani pandemi coronavirus dengan baik, menunjuk pada tindakan pencegahan dan kerja sukses yang telah dilakukan otoritas Turki.
Sejak pertama kali melaporkan adanya infeksi Covid-19 di negaranya, pemerintah Turki mengkonfirmasi 5.131 kematian dan 200.000 kasus infeksi coronavirus, menurut data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada hari Selasa. Namun, para dokter di Turki mengutarakan kekhawatiran mereka bahwa pemerintah Ankara tidak mengikuti panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pelaporan Covid-19.*