Hidayatullah.com—Pemerintah daerah Catalonia meminta jutaan penduduknya agar tetap tinggal di rumah sebab kasus infeksi Covid-19 terus bertambah belakangan ini.
Sekitar empat juta orang di daerah metropolitan Barcelona diminta tidak keluar rumah kecuali ada keperluan esensial, sementara tempat hiburan seperti bioskop, tempat pertunjukan dan klub malam ditutup. Restoran dan bar sekarang hanya boleh melayani pelanggan dengan kapasitas setengah.
Larangan kunjungan ke panti-panti jompo dan panti perawatan orang sakit juga diberlakukan dan orang sekarang hanya diperbolehkan berkumpul maksimal 10 orang.
Tempat-tempat usaha yang dianggap tidak esensial hanya dapat melayani pelanggan lewat perjanjian.
Dalam sebuah pernyataan kepada pers, jubir untuk pemerintah regional Catalonia Meritxell Budo mengatakan, “Kita harus berjalan mundur agar tidak perlu kembali melakukan total lockdown terhadap penduduk di pekan-pekan mendatang.”
“Apabila pandemi terus berlangsung seperti ini, kami harus mengambil langkah-langkah yang lebih drastis. Berakhirnya status darurat bukan berarti pandemi telah usai. Orang masih mematuhi semua aturan yang diberlakukan dan mengikuti instruksi-instruksi yang dikeluarkan otoritas kesehatan,”imbuhnya.
Aturan-aturan tersebut di atas diberlakukan untuk kota Barcelona dan daerah sekitarnya, kota kecil dan besar, dan akan diterapkan selama dua pekan ke depan, lansir AFP Jumat (17/7/2020).
Wilayah Catalonia sudah menerapkan lockdown untuk kedua kalinya, di mana 160.000 orang di Lleida dan daerah sekitarnya tidak diperbolehkan keluar rumah mulai hari Rabu lalu menyusul perselisihan hukum antara pihak pemerintah daerah dan kehakiman.
Di Catalonia orang sudah diharuskan menggunakan masker ketika berada di tempat-tempat publik baik di dalam ruangan tertutup maupun terbuka.
Spanyol termasuk salah satu negara yang paling parah terdampak coronavirus. Sejauh ini tercatat sudah lebih dari 28.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 250.00 orang dinyatakan positif Covid-19.*