Hidayatullah.com–Dua orang nenek di Malaysia meninggal dunia akibat berdesak-desakan saat antri untuk mendapatkan kupon makanan gratis.
Hanya 200 kupon tersedia, tetapi orang yang datang melebihi 1.000 di sebuah kawasan pasar tertutup di distrik Pudu di ibukota Kuala Lumpur, hari Senin (28/1/2019).
Seorang penjaga keamanan mengatakan kepada media lokal bahwa dia mendengar teriakan dan melihat orang saling sikut dan mendorong.
Law Ion Nang, 78, dan Ah Poh, 85, diyakini mengalami kesulitan bernapas ketika menunggu giliran, lansir BBC.
Seorang wanita staf manajemen Pudu Integrated Commercial Complex, lokasi antri kupon, mengatakan kepada koran The Star bahwa acara tersebut digelar dalam rangka Tahun Baru Imlek. Kupon makanan dibagikan kepada para manula.
Wanita itu mengatakan empat orang pingsan dalam acara tersebut.
Seorang petugas satpam berusia 67 tahun mengatakan kepada The Star bahwa hanya empat orang yang diperbolehkan masuk ke kantor sekaligus untuk mendaftarkan kuponnya.
“Namun, mereka yang antri mengabaikan arahan dan mereka mulai saling mendorong,” kata seorang penjaga yang tidak disebutkan namanya.
Kepala Polisi Asisten Komisioner Shaharuddin Abdullah mengatakan bahwa kedua jasad korban tergeletak di lantai. Selain itu ada beberapa manula lain yang mengalami kesulitan bernapas.*