Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Menghapus Peran Polisi Moral

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Desember 2022 22:33 10:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Desember 2022 22:35
Bagikan
Polisi moral Iran (AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com—Iran menghapus pasukan polisi moral setelah lebih dari dua bulan berjuang melawan gelombang protes yang meluas setelah kematian Mahsa Amini pada 16 September, kutip AFP.

Demonstrasi digambarkan sebagai ‘kerusuhan’ oleh pihak berwenang meletus ketika Amini, 22, meninggal saat dalam tahanan polisi moral karena diduga melanggar aturan berpakaian bagi perempuan di Iran.

“Polisi moral tidak ada hubungannya dengan peradilan dan telah dihapuskan,” kata Jaksa Agung Mohammad Jafar Montazeri, menurut laporan kantor berita ISNA, hari Ahad (04/12/2022).

Dia dilaporkan mengatakan ini di sebuah konferensi keagamaan, ketika menjawab pertanyaan peserta tentang mengapa polisi moral dihapuskan.

Protes di Iran telah berkembang menentang tindakan keras tersebut. Pasukan polisi moral atau nama resminya, Gasht-e Ershad, didirikan pada masa pemerintahan mantan Presiden, Mahmoud Ahmadinejad, dan mulai berpatroli pada tahun 2006.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pendirian unit tersebut bertujuan untuk ‘menyebarkan budaya kesopanan dan hijab’, dengan wanita diwajibkan untuk memakai hijab.

Pengumuman penghapusan pasukan datang sehari setelah Montazeri dikutip mengatakan bahwa ‘baik Parlemen dan peradilan berurusan dengan (masalah)’ tentang apakah undang-undang yang mengamanatkan perempuan untuk mengenakan jilbab di Iran harus diubah.

Jilbab wajib dikenakan, empat tahun setelah revolusi 1979 yang menggulingkan monarki yang didukung Amerika Serikat (AS) dan mendirikan Republik Islam Iran.

Namun, cara berpakaian wanita di Iran berangsur-angsur berubah, terutama pada masa pemerintahan mantan Presiden Hassan Rouhani, dengan kelompok yang semakin terlihat mengenakan jeans ketat dengan hijab longgar dan berwarna-warni.

Namun, Juli lalu, Presiden Ebrahim Raisi yang menggantikan Rouhani, memerintahkan seluruh lembaga negara untuk menegakkan hukum jilbab. Jilbab diwajibkan empat tahun setelah revolusi 1979 yang menggulingkan monarki yang didukung AS dan mendirikan Republik Islam Iran.

Polisi moralitas awalnya mengeluarkan peringatan sebelum mulai menindak dan menangkap perempuan 15 tahun lalu. Mereka biasanya terdiri dari pria berseragam hijau dan wanita yang mengenakan cadar hitam, pakaian yang menutupi kepala dan tubuh bagian atas.

Peran polisi moral berkembang, tetapi selalu kontroversial bahkan di antara kandidat yang mencAl-nkan diri sebagai presiden.

Selanjutnya norma pakaian berangsur-angsur berubah, terutama di bawah mantan presiden Hassan Rouhani, dan wanita menggunakan jeans ketat dengan jilbab longgar berwarna-warni menjadi hal yang biasa di Iran.

Namun pada Juli tahun ini penggantinya, Raisi yang ultra-konservatif, menyerukan mobilisasi “semua lembaga negara untuk menegakkan hukum jilbab.” Raisi pada saat itu menuduh bahwa “musuh Iran dan Islam telah menargetkan nilai-nilai budaya dan agama masyarakat dengan menyebarkan korupsi.”

Saat itu, Raisi dikabarkan mengklaim bahwa ‘musuh Iran dan Islam telah mengincar nilai-nilai agama dan budaya masyarakat, dengan menyebarkan korupsi.’ Meski begitu, masih banyak perempuan yang terlihat melanggar aturan dengan membiarkan jilbabnya jatuh di bahu atau mengenakan celana ketat, terutama di kota-kota besar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranpolisi moral iranprores jilbab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diteriaki Presiden, Anies Disambut Meriah Warga Minang Meski Hujan Lebat
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin: Wasatiyat Islam lebih Luas Dari Moderasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?