Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Amerika Keturunan Tionghoa yang Ditangkap di China Dijerat Pasal Spionase

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 September 2016 05:50 5:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 September 2016 05:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sandy Phan-Gillis, wanita keturunan Tionghoa yang ditahan di China tahun lalu dikenai tuduhan spionse. Demikian menurut keterangan Kementerian Luar Negeri China seperti dilansir BBC hari Rabu (31/8/2016).

Wanita berusia 56 tahun itu pertama kali ditangkap pada Maret 2015 saat berada di China sebagai bagian dari delegasi Amerika Serikat.

Suaminya, Jeff Gillis, mengatakan tuduhan itu sama sekali palsu dan menyeru agar istrinya itu dibebaskan.

Phan-gillis, seorang pengusaha asal Texas keturunan Tionghoa dan telah menjadi warganegara AS lewat naturalisasi, pergi ke China untuk mempromosikan peluang bisnis di kota tempat tinggalnya sekarang, Houston.

Dia ditangkap aparat saat akan pergi ke Macau dari kota Zhuhai di bagian selatan China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada Juni lalu, sebuah panel Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan China melanggar HAM internasional dengan tidak memberikan wanita itu akses untuk mendapatkan penasihat hukum dan menahannya tanpa perintah pengadilan.

Kepada Reuters seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa negaranya “sangat khawatir” tentang Phan-Gillis dan “berulang kali menekan” otoritas China untuk lebih banyak memberikan informasi soal kasus yang menjerat perempuan itu.

Menurut pejabat AS tersebut, Konsulat AS di Guangzhou telah memberikan bantuan konsular kepada Phan-Gillis, termasuk kunjungan bulanan.

Menurut suaminya, Phan-Gillis dituduh pergi ke China dalam rangka misi spionase pada tahun 1996. Namun, paspornya menunjukkan bahwa dia tidak melakukan perjalanan ke negeri tirai bambu itu pada waktu yang dimaksud.

Phan-Gillis membantah telah melakukan kesalahan apapun dan mengatakan dirinya ditahan karena alasan politik dan bukan kriminal, menurut sebuah keterangan tertulis dari seorang pejabat konsular AS di China.

Kabar tuduhan spionase itu muncul menjelang kunjungan Presiden AS Barack Obama ke China untuk menghadiri pertemuan G20 di Hangzhou.

Hari Sabtu (3/9/2016) Obama dijadwalkan bertemu sejawatnya Xi Jinping di tengah perselisihan AS-China soal teritorial di Laut China Selatan dan peretasan siber.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengerikan! 99 Anak Jadi Korban Eksploitasi Prostitusi Kaum Homo
Tulisan selanjutnya Hakim MK Sebut Pernyataan Komnas Perempuan pada Sidang Uji Materi Pasal Kesusilaan Tidak Konsisten

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?