Hidayatullah.com—Keluarga pahlawan kemerdekaan Kongo Patrice Lumumba menyambut keputusan pengadilan yang memerintahkan agar sebuah gigi milik pejuang itu dikembalikan ke keluarga.
Keponakan Lumumba, Jean Jacques Lumumba mengatakan keputusan itu sebagai langkah baik.
“[Lumumba] adalah seorang pahlawan yang tidak pernah kami kuburkan, keputusan [pengadilan Belgia] itu merupakan langkah bagik untuk mengungkap kebenaran … akan ada fasenya untuk sampai ke sana,” kata Jacques.
Dia mengatakan dua pria yang dibunuh bersama Lumumba, Joseph Okito dan Maurice Mpolo, “juga adalah pahlawan-pahlawan Kongo” dan kebenaran tentang pembunuhan mereka seharusnya juga diungkap.
Pengadilan Belgia memutuskan bahwa sebuah gigi yang diambil dari mayat Patrice Lumumba diberikan kepada putrinya Juliana, yang pernah bersurat kepada Raja Belgia agar gigi tersebut dikembalikan.
Lumumba, yang menjadi perdana menteri pertama Kongo setelah mendapatkan kemerdekaan dari Belgia pada tahun 1960, dibunuh pada tahun 1961 setelah diculik oleh gerombolan separatis.
Pemerintah Belgia punya andil dalam kematian Lumumba dan pada tahun 2002 mengeluarkan pernyataan permohonan maaf secara resmi.
Dinas-dinas intelijen Amerika Serikat dan Inggris juga diyakini terlibat dalam pembunuhan Patrice Lumumba.
Giginya diduga diambil oleh seorang anggota kepolisian Belgia yang membantu upaya pembuangan jasadnya, lapor kantor berita AFP seperti dilansir BBC Sabtu (12/9/2020).
Gigi itu kemudian disita oleh otoritas Belgia, imbuh AFP.*