Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

29 Anggota PBB Menegur Arab Saudi atas Kasus Pembunuhan Khashoggi dan Pelanggaran HAM

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 16 September 2020 11:01 11:01 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 16 September 2020 11:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Puluhan negara menegur Arab Saudi di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada hari Selasa (15/09/2020) atas pelanggaran serius dan menuntut pertanggungjawaban atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, Middle East Eye melaporkan.

Dalam teguran yang relatif jarang terjadi terhadap kerajaan kaya minyak itu di hadapan badan hak asasi manusia tertinggi PBB, Duta Besar Denmark Carsten Staur membacakan pernyataan atas nama 29 negara yang menuntut keadilan bagi Khashoggi. Jurnalis Khashogi dibunuh dan dipotong-potong di konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Beberapa negara Eropa mendesak Arab Saudi untuk transparan tentang pembunuhan itu dan meminta pertanggungjawaban “semua yang bertanggung jawab”.

Khashoggi – “orang dalam” keluarga kerajaan yang berubah menjadi kritikus – terbunuh dan dipotong-potong di konsulat kerajaan di Istanbul pada Oktober 2018, dalam kasus yang mencoreng reputasi penguasa de facto Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS).

Mantan kolumnis Middle East Eye dan Washington Post itu dicekik dan tubuhnya dipotong-potong oleh pasukan Saudi yang terdiri dari 15 orang di dalam konsulat, menurut pejabat Turki. Jenazahnya belum ditemukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Riyadh menggambarkan pembunuhan itu sebagai operasi “nakal”, tetapi CIA dan Agnes Callamard, pelapor khusus PBB tentang eksekusi di luar hukum, telah mengaitkan MBS dengan pembunuhan itu, tuduhan yang dengan keras dibantah oleh kerajaan.

Pernyataan Selasa, yang dipuji oleh beberapa kelompok hak asasi manusia, juga menyoroti berbagai pelanggaran hak serius lainnya di Arab Saudi.

“Kami tetap sangat prihatin dengan laporan penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan tahanan ditolak akses ke perawatan medis penting dan kontak dengan keluarga mereka,” bunyi pernyataan dari badan hak asasi manusia PBB.

Staur mengatakan negara-negara tersebut menyambut baik “reformasi” baru-baru ini seperti pembatasan cambuk dan hukuman mati terhadap anak di bawah umur, tetapi menekankan bahwa jurnalis, aktivis, dan lainnya masih menghadapi penganiayaan, penahanan, dan intimidasi.

Pernyataan itu juga menggemakan kecaman yang disuarakan oleh ketua hak asasi manusia Michelle Bachelet atas “penahanan sewenang-wenang” terhadap sejumlah aktivis hak asasi perempuan di negara itu.

Dia mengatakan pada pembukaan sidang dewan pada hari Senin (14/09/2020) bahwa para wanita yang ditahan hanya meminta untuk “diberdayakan untuk membuat pilihan mereka sendiri, sebagai setara dengan pria”, bersikeras bahwa “mereka harus dibebaskan tanpa penundaan”.

Beberapa aktivis hak asasi, termasuk Loujain al-Hathloul, telah ditahan sejak 2018 menyusul tindakan keras terhadap perbedaan pendapat.

Hathloul ditangkap di Uni Emirat Arab dan dideportasi ke Arab Saudi beberapa minggu sebelum dicabutnya larangan mengemudi terhadap wanita di kerajaan pada Juni 2018 – hak yang telah lama dia perjuangkan.

Perwakilan Arab Saudi membalas pada hari Selasa dengan menegaskan “penahanan wanita tidak ada hubungannya dengan hak mereka untuk menggunakan kebebasan berekspresi, tetapi karena pelanggaran terhadap hukum yang berlaku”.

“Hak-hak mereka sepenuhnya dihormati sebagai tahanan,” katanya, seraya menambahkan bahwa mereka dijamin mendapatkan pengadilan yang adil.

Staur menggarisbawahi bahwa setidaknya lima aktivis hak perempuan ditangkap dan masih ditahan.

Pernyataan itu juga mendesak perbaikan dramatis karena Riyadh berusaha untuk mendapatkan kursi di Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 orang.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiKhashoggiPBBpelanggaran hak asasi manusiaSaudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Fanatik Hindu dan Polisi di India Kampanyekan Perlawanan Terhadap Isu Imajiner “Jihad Cinta”
Tulisan selanjutnya Anggota Baleg: Klaster Pendidikan Tidak Perlu Masuk Dalam RUU Cipta Kerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?