Hidayatullah.com–Kepolisian Italia khusus kejahatan finansial, Guardia di Finanza, menyelidiki klaim yang mengatakan bahwa pesepakbola asal Uruguay Luis Suarez melakukan kecurangan dalam tes kewarganegaraan Italia dalam usahanya mendapatkan kontrak dengan Juventus dan meninggalkan Barcelona.
Suarez terbang ke Perugia pekan lalu dan lulus ujian kewarganegaraan gandanya pada 17 September.
Suarez berhak mendapatkan kewarganegaraan Italia sebab istrinya orang Italia. Pria 33 tahun asal Uruguay itu juga perlu menjadi WN Italia sebab Juventus tidak punya tempat untuk pemain yang bukan berasal dari negara Uni Eropa.
Meskipun kesepakatan untuk merumput di Juventus akhirnya gagal, Suarez sekarang menjadi sorotan menyusul klaim oleh media Italia Repubblica dan kantor berita Ansa bahwa ada ketidakberesan dalam ujian bahasa yang dijalani Suarez untuk mendapatkan kewarganegaraan Italia.
Kabarnya, Suarez mendapatkan soal tes di awal dan lulus ujian bahasa level B1 karena sudah diberikan terlebih dahulu jawaban dan nilainya. Sekarang tuduhan kecurangan ini sedang diselidiki oleh Guardia di Finanza.
Dilansir Daily Mail, dalam laporannya hari Senin (21/9/2020) Repubblica mengutip seorang pejabat yang berkata, “Dia tidak bisa sepatah kata pun bahasa Italia. Dia tidak bisa konjugasi kata kerja, dia hanya berbicara menggunakan infinitif. Apabila jurnalis memberikannya pertanyaan, dia pasti kebingungan. Dia memperoleh pendapatan €10 juta setahun, dia perlu lulus ujian ini.”
Dilansir Sky Sports, sebuah pernyataan dari kantor Kejaksaan Perugia mengatakan, “Sejumlah ketidakberesan muncul dalam ujian sertifikasi bahasa Italia, yang dilakukan pada 17 September oleh pesepakbola Uruguay Luis Alberto Suarez Diaz, yang diperlukan untuk memperoleh kewarganegaraan Italia.”
Pihak Università per Stranieri di Perugia (Universitas untuk Orang Asing Perugia), tempat di mana ujian bahasa Italia itu dilakukan, membantah telah terjadi kecurangan.
Dalam pernyataannya, pihak universitas menegaskan bahwa kepatutan dan transparansi prosedur telah dilakukan dalam penyelenggaraan ujian bahasa Italia yang dijalani Suarez.
Lima orang dari pihak universitas itu, termasuk dekan, sekarang sedang menjalani pemeriksaan. Pihak berwenang menyita dokumen-dokumen dari perguruan tinggi itu hari Selasa (22/9/2020), lapor BBC.
Meskipun demikian, sumber-sumber kehakiman mengatakan kepada kantor berita Ansa bahwa Suarez sendiri tidak dalam penyelidikan.*