Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Media Prancis Mendukung Charlie Hebdo setelah Penebitan Ulang Kartun Menghina Nabi Muhammad

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 24 September 2020 20:25 8:25 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 24 September 2020 20:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Media Prancis mendukung Charlie Hebdo, setelah menerbitkan ulang kartun menghina Nabi Muhammad ﷺ dan kembali menerima ancaman, demikian lapor The New Arab. Lebih dari 100 saluran berita Prancis pada hari Rabu (23/09/2020) meminta orang-orang untuk mendukung majalah satir Charlie Hebdo.

Majalah satir tersebut sebelumnya menerbitkan kartun provokatif yang menggambarkan Nabi Muhammad dengan tidak pantas, ia kemudian diserang oleh orang-orang bersenjata pada tahun 2015. Majalah itu menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad awal bulan ini pada awal persidangan tersangka dalam serangan 2015 di kantor mereka di Paris.

Militan Al-Qaeda dilaporkan mengancam pengulangan pembantaian stafnya pada 2015. Sementara edisi tersebut terjual habis di Prancis, hal itu memicu kecaman umat Islam di seluruh dunia.

Surat terbuka di halaman depan edisi baru mengecam “ideologi totaliter baru, terkadang mengklaim diilhami oleh teks-teks agama”.

Mendesak orang untuk mendukung majalah tersebut, mengatakan, “Musuh kebebasan harus memahami bahwa kita semua, bersama-sama, adalah lawan yang teguh, terlepas dari perbedaan pendapat atau kepercayaan kita.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dua belas orang termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Prancis tewas pada 7 Januari 2015. Empat belas orang diadili karena dicurigai membantu Kouachi bersaudara dalam serangan itu dan satu lagi di supermarket Yahudi dua hari kemudian.

Kepala sumber daya manusia Charlie Hebdo mengatakan kepada majalah Le Point bahwa polisi telah mengungsikannya dari rumahnya setelah dia menerima ancaman pembunuhan yang mereka anggap kredibel.  Dia memberi tahu Le Point bahwa ada “kebencian yang sangat besar” terhadap majalah itu.

“Charlie Hebdo sekali lagi diancam oleh organisasi teroris,” direktur editorial Laurent Sourisseau, yang terluka parah pada 2015, mengklaim kepada AFP. “Ancaman yang merupakan provokasi nyata di tengah persidangan serangan Januari 2015.”

Surat yang mendukung Charlie Hebdo ditandatangani oleh surat kabar, majalah, dan penyiar utama, yang akan menerbitkannya kembali.  “Tampaknya perlu bagi kami untuk menyarankan kepada media untuk memikirkan tanggapan kolektif,” kata Sourisseau.

Penistaan Agama dan Provokasi

Keputusan Charlie Hebdo untuk menerbitkan ulang kartun ofensif ini dilihat oleh beberapa orang sebagai sikap menantang dalam “membela kebebasan berekspresi”. Tetapi kebanyakan juga melihatnya sebagai provokasi baru oleh sebuah majalah yang telah lama menimbulkan kontroversi dengan serangan satirnya terhadap agama.

Setelah kartun tersebut diterbitkan pada tahun 2006, banyak orang di internet yang memperingatkan bahwa mingguan tersebut akan membayar ejekannya. Bagi Muslim, setiap penggambaran Nabi adalah penghujatan.

Pada tahun 2007, pengadilan Prancis menolak tuduhan kelompok Islam bahwa publikasi tersebut menghasut kebencian terhadap Muslim. Presiden Dewan Ibadah Muslim Prancis, Mohammad Moussaoui, mendesak orang-orang untuk “mengabaikan” kartun-kartun tersebut, sambil mengutuk kekerasan.

“Kebebasan untuk karikatur dijamin untuk semua, kebebasan untuk mencintai atau tidak mencintai (karikatur) juga. Tidak ada yang bisa membenarkan kekerasan,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengutuk penerbitan ulang kartun itu sebagai “sangat ofensif”. “Tindakan yang disengaja untuk menyinggung sentimen miliaran Muslim tidak dapat dibenarkan sebagai pelaksanaan kebebasan pers atau kebebasan berekspresi,” kata sebuah pernyataan kementerian.

“Tindakan semacam itu merusak aspirasi global untuk hidup berdampingan secara damai serta harmoni sosial dan antaragama.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Charlie HebdoKartunNabi MuhammadPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nurani Seks, Bukan Persetujuan Seks
Tulisan selanjutnya Sebanyak 5.000 Keluarga Rohingya di Bangladesh Dapat Bantuan Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?