Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kelompok Hukum Menuntut ‘Israel’ Mengakhiri Impunitas atas Pembunuhan Warga Palestina

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2020 10:14 10:14 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 2 Oktober 2020 10:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pegiat hukum menuntut ‘Israel’ mengakhiri kultur impunitas atas pembunuhan warga Palestina oleh pasukan keamanan. Mereka mengatakan persepsi warga Palestina sebagai “musuh” mendorong kekerasan pasukan keamanan Zionis yang mematikan, Middle East Eye melaporkan.

Adalah Centre, yang berfokus pada pemberian dukungan bagi minoritas di ‘Israel’, secara khusus menyerukan agar dinas keamanan dimintai pertanggungjawaban atas pembunuhan 13 warga Palestina oleh polisi ‘Israel’ pada demonstrasi pada Oktober 2000, serta pembunuhan Yaakub Abu al- Qian tahun 2017, seorang guru matematika Badui.

Demonstrasi tahun 2000, pada awal pemberontakan Intifada Kedua melawan pendudukan Zionis, terutama dipimpin oleh warga Palestina di ‘Israel’ dan mendapat tanggapan keras dari dinas keamanan.

Sebuah komisi pada bulan November tahun itu menemukan bahwa tidak ada pembenaran untuk penggunaan peluru tajam oleh polisi ‘Israel’, tetapi sejauh ini belum ada petugas yang didakwa atas pembunuhan tersebut.

Demikian pula, penyelidikan atas kematian Qian, yang ditembak selama operasi ‘Israel’ untuk menghancurkan rumah di desa Negev Umm al-Hiran, ditutup pada 2018 tanpa dakwaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada hubungan langsung antara penutupan kasus Abu al-Qian dan kasus Oktober 2000, di mana 13 demonstran Arab dibunuh oleh polisi di ‘Israel’ selama protes di seluruh negeri,” kata Adalah dalam sebuah pernyataan, Kamis (01/10/2020).

“Kasus-kasus ini bergantung pada kebijakan yang sama, tidak ada tuntutan pidana yang diajukan terhadap otoritas penegak hukum, termasuk polisi, dalam kasus yang melibatkan pembunuhan warga Palestina di ‘Israel’, bahkan di mana ada bukti yang jelas dari penggunaan kekuatan ilegal.”

Organisasi ini juga sejalan dengan pembunuhan George Floyd pada tahun 2020 di AS, yang memicu protes anti-rasisme di seluruh dunia, dan kurangnya akuntabilitas yang ada terhadap para korban kekerasan polisi.

Dikatakan bahwa persepsi bahwa Palestina adalah “musuh” memainkan peran utama dalam perilaku polisi.

Adalah menyerukan pembentukan komite independen yang akan bertugas merekomendasikan “dakwaan individu di semua tingkat yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan cedera”, serta menyelidiki “kasus pembunuhan individu warga Palestina di Israel sejak tahun 2000 yang ditutup oleh PID [Departemen Investigasi Polisi].”

Intifada Kedua pecah setelah pemimpin oposisi sayap kanan ‘Israel’ Ariel Sharon mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur yang diduduki pada 28 September 2000.

Tindakan itu dipandang sebagai provokasi oleh warga Palestina dan bentrokan kekerasan antara mereka dan pasukan ‘Israel’ menyusul.

Intifadah Kedua berlangsung selama lima tahun, di mana kekerasan pecah di ‘Israel’, Jalur Gaza dan Tepi Barat, menyebabkan ribuan orang Palestina dan ‘Israel’ tewas dan terluka.

Sebagai tanggapan, pemerintah Zionis melakukan militerisasi ulang sebagian besar Tepi Barat dan mulai membangun penghalang pemisah antara dirinya dan wilayah yang di beberapa tempat memotong jauh ke dalam tanah Palestina yang diduduki.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinaTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Atlet Ini Didiskualifikasi dari Pertandingan Voli Sekolahnya karena Berhijab
Tulisan selanjutnya Kesepakatan Damai antara Pemerintah Sudan dan Kelompok Pemberontak akan Diresmikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?