Hidayatullah.com–Sebuah program televisi ‘Q & A’ menyaksikan perdebatan hebat terkait hukum syariah oleh anggota senator Jacqui Lambie dan wanita Muslim Australia kelahiran Sudan, Yassmin Abel-Magied, tulis ABC net.
Dimulai dengan satu pertanyaan dari pemirsa mengenai kewajaran seseorang pindah untuk menghindari konflik kemasyarakatan di negara itu membuat Lambie mengeluarkan pernyataan bahwa siapa saja yang mendukung undang-undang tersebut harus diusir keluar dari negara itu.
Kemudian, Abdel- Maggied menanyakan apakah Lambie benar-benar tahu apa itu hukum syariah yang sebenarnya sebelum keduanya mulai meninggikan suara masing-masing.
Baca: Pasangan Muslim Hadapi Insiden Islamophobia di Australia
“Saya kecewa ketika banyak orang berbicara tentang Islam seolah-olah mereka tahu dan mengerti tentang agama saya dan kemudian ingin menyangkal hak asasi manusia saya,” terang Abdel Magied kepada penonton.
Ia juga menambahkan, Islam juga mengajarkan penganutnya mengikuti hukum di negara yang diduduki sebelum Lambie sela dan mengklaim hanya akan ada satu hukum saja di negara tersebut.
“Fakta bahwa hanya ada satu hukum saja di negara ini yaitu hukum negara Australia, bukan syariah, tidak pada saat saya menjadi pemimpin,” kata senator Australia asal Tasmania, Jacqui Lambie.
Namun, Abdel- Magied mengklaim bahwa Islam mengajarkan penganutnya untuk mengikuti hukum negara yang diduduki.
Pasangan diskusi tersebut turut berselisih pendapat tentang larangan orang Islam ke Amerika dan Lambie terus mengeluarkan pernyataan mendukung jika larangan tersebut turut berlaku di Australia.
“Jika ini apa yang mayoritas inginkan dan merasa aman serta Donald Trump melihat itu sebagai satu langkah aman, tidak salah dia melakukannya,” kata Lambie.
Baca: Kelompok Anti Muslim Australia Mencaci dan “Memburu” Muslimah di Sydney
Abdel-Magied mempertanyakan pernyataan Lambie tersebut dan menanyakan bagaimana dengan rakyat Islam di negara itu.
“Kamu mengaku ingin melindungi warga Australia, tetapi saya juga warga negara ini,” katanya lagi.
Sementara itu, pemimpin dan aktivis Islam menuntut agar ABC memohon maaf karena menyiarkan sifat komunal senator Australia Jacqui Lambie dalam program bersangkutan lapor Yahoo News.
Belum lama ini, Jacqui Lambie pernah mendapat ancaman melalui sebuah surat kaleng akibat pernyataan-pernyataanya yang banyak menyerang syariat Islam.
Lambie selama ini dikenal sebagai senator yang anti hukum Syariah Islam.
“Saya tidak ragu kalau ini merupakan bentuk perlawanan saya terhadap Hukum Syariah dan pertanyaan saya mengenai ketentuan halal masih tetap berlanjut,” katanya kepada media belum lama ini.
Senator dari Partai Persatuan Palmers (PUP) ini juga mengaitkan syariat Islam seolah sama dengan ISIS atau terorisme.
“Intinya adalah kita tengah berperang melawan ISIS dan kita tidak tetap akan selalu waspada,” tambahnya.
Presiden Dewan Islam Queensland Mohammed Yusuf mengatakan komentar seperti yang Lambie katakan karena kurangnya informasi hanya akan menyulut intoleransi.
“Sudah jelas dia tidak memiliki pengetahuan tentang hukum syariah. Apa yang dikatakannya adalah menggelikan,” katanya.
“Tapi itu juga komentar yang dapat memicu kebencian.”
Presiden EidFest Queensland Yasmin Khan dan para pemimpin terkemuka di kalangan komunitas Muslim di Queensland tenggara Haji Sultan Deen mendesak masyarakat luas untuk mengabaikan komentar Lambie ini.*