Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejabat Sudan: Hubungan dengan ‘Israel’ Akan Membantu Menghapus Sudan dari Daftar Terorisme AS

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2020 08:46 8:46 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 5 Oktober 2020 08:46
Bagikan
Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil presiden dewan kedaulatan yang mengatur Sudan, Muhammad Hamdan Dagalo, telah mengumumkan negaranya akan terus berusaha membangun hubungan dengan ‘Israel’, Al Jazeera melaporkan.

Berbicara kepada saluran televisi lokal Sudania 24 pada Jum’at (02/10/2020) malam, Dagalo, yang juga dikenal sebagai Hemeti, mengatakan menjalin hubungan dengan ‘Israel’ akan memenuhi janji Amerika Serikat untuk menghapus Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme.

Pejabat Sudan itu mengatakan bahwa negara Afrika Utara mendukung upaya para pemimpin Palestina untuk mendirikan negara mereka sendiri, tetapi menekankan bahwa dia juga mencari cara untuk menguntungkan negaranya, yang telah mengalami krisis ekonomi.

Dagalo adalah tokoh kontroversial yang mendapat dukungan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang terakhir menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’ pada Agustus. Bulan lalu, UEA bersama dengan Bahrain menandatangani perjanjian yang ditengahi AS untuk menormalisasi hubungan dengan pemerintah Zionis.

Dagalo memimpin Pasukan Dukungan Cepat paramiliter, yang dituduh membubarkan protes anti-pemerintah dengan kekerasan pada Juni lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dewan kedaulatan mengambil kendali negara Agustus lalu, beberapa bulan setelah mantan Presiden Umar Al-Bashir dicopot dari kekuasaan menyusul protes massal terhadap situasi ekonomi negara yang mengerikan.

“Kami membutuhkan ‘Israel’,” kata Dagalo. “Ia adalah negara maju dan Sudan akan mendapatkan keuntungan dari kemampuannya yang canggih di sektor teknis dan pertanian.”

“Suka atau tidak, hubungan dengan ‘Israel’ terkait dengan penghapusan Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme AS,” lanjutnya, menambahkan bahwa mencari hubungan tidak sama dengan “normalisasi”.

Komentar Dagalo muncul seminggu setelah Perdana Menteri Abdalla Hamdok mengatakan Sudan tidak ingin menghubungkan penghapusannya dari daftar “terorisme” AS dengan normalisasi hubungan dengan negara penjajah.

Penunjukan Sudan sebagai “negara sponsor terorisme” berasal dari penguasa Al-Bashir yang digulingkan, dan mempersulit pemerintah transisi barunya untuk mengakses keringanan utang yang sangat dibutuhkan dan pembiayaan luar negeri.

Sebelumnya pada hari Jum’at, Dagalo memposting di Twitter dia telah bertemu dengan utusan AS untuk Sudan, Donald Booth, di Juba, ibu kota Sudan Selatan, dan menerima janji darinya untuk menghapus Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme secepat mungkin.

Pada 6 Oktober 2017, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mencabut sanksi ekonomi dan embargo perdagangan yang telah diberlakukan di Sudan sejak 1997.

Namun, itu tidak menghapus Sudan dari daftar teroris sejak 1993 karena menampung mendiang pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang kemudian memindahkan pangkalannya ke Afghanistan.

Sementara pemimpin Partai Umma Nasional Sudan, Sadiq Al-Mahdi, mengatakan pada Senin (28/09/2020) bahwa “Israel bukanlah negara normal”.

Al-Mahdi menjelaskan: “Proyek normalisasi saat ini tidak ada hubungannya dengan perdamaian, tetapi lebih merupakan awal dari perang yang akan datang dengan Iran, dan meningkatkan peluang untuk memenangkan pemilihan presiden Amerika dan perdana menteri ‘Israel’.”

Dia melanjutkan: “Posisi kami [pada normalisasi] ditentukan oleh faktor solidaritas Arab, solidaritas Muslim dan prinsip keadilan, yang melarang pembentukan negara rasis.”

Sadiq Al-Mahdi juga mengatakan bahwa rakyat Sudan tidak akan menerima normalisasi hubungan dengan ‘Israel’. Ia menggambarkan perjanjian normalisasi UEA-‘Israel’ sebagai “konspirasi” oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu melawan rakyat Palestina dan perjuangan mereka.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika UtaraHubungan Normalisasi dengan IsraelSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rezim Mesir Eksekusi Mati 2 Anggota Ikhwanul Muslimin
Tulisan selanjutnya Amnesty International Desak Mesir untuk Bebaskan Para Tahanan yang Ditangkap Selama Protes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?